kisah masa lalu >> hidup masa kini >> mimpi masa depan

29 April 2008

Ujian Praktek Olah Raga: Sprint Solidaritas

Suatu pagi, kelas kita (2Sos1) ujian praktek olah raga (OR). Gurunya Pak Saugi. Materi ujiannya lari sprint 400m, 6-8 pelari setiap start. Teman-teman cewek udah selesai ujian, ganti yang cowok-cowok. Karena jam OR-nya nyaris habis, 10-12-an orang disuruh start bareng-bareng, biar cepet selesai. Nah, sebelum start, Aji bisik2 "Heh, ora 'sah sprint yuk ... ning mlayu-ne alon2 wae, sing kompak, ben mlebu finishe bareng-bareng, mengko rak Saugi bingung" (Hey, gak usah sprint yuk ... tapi lari pelan-pelan aja, yang kompak, biar masuk finish bareng-bareng, ntar Saugi biar bingung". Ide brilian! Kita sambut gembira "Iya, yuk...yuk!"� Waktu itu pelari terakhir ada beberapa orang, aku lupa siapa aja. Tapi yang pasti, ada Aji, Iis, Hananto, aku.

Nah, waktu start, semua berlagak serius! Tapi waktu mulai lari, tiba2 semua nyantai sambil ketawa-ketiwi. Bener-bener lari sejajar, kecepatan masing-masing nyaris sama! Sangat solid, kompak, fun!!!!

Sadar sedang dikerjain, Pak Saugi berteriak dari garis finish "Hoooiii!!!! Kalo nggak serius, nilainya dikurangi semua!!!"

Sejak teriakan itulah solidaritas mulai luntur. Satu sama lain saling lirik kanan-kiri, penuh curiga. Apa maneh Aji, secara ... sebagai seorang atlit sprinter beneran ... mau mengalah dan mengorbankan rekor kecepatan kan sebuah pengorbanan sangat besar. Semua dikorbankan demi persahabatan.

Kurang 100m dari finish semua masih ketawa-ketiwi cekikikan, tapi juga saling lirik kanan-kiri, mulai curiga. Kurang 50m, ketawa-ketiwinya makin keras, kecurigaan pun makin menjadi. Aji (sbg commander of rebels) udah warning "Hayo ... hayo ... tetep kompak lho! Awas aja ana sing dhisiki!!!" (Awas jangan sampai ada yang mendahului!!"

Nah kurang 20m dari finish, tiba-tiba Iis lari ngibrit kayak dikejar anjing, meninggalkan teman-temannya sambil ketawa terbahak-bahak. Kontan barisan bubar, semua berlari cepet-cepetan. Aji pun ikut-ikutan berlari sprint, seperti biasa yang dia lakukan di pertandingan, sambil berteriak "BAJINGAAAAA..AAAAN!!!!!"

Hasilnya: Aji tetep nomor 1 (dgn catatan waktu paling buruk sepanjang sejarah karirnya di dunia atletik ... sebuah bayaran yang sangat mahal untuk harga sebuah kekompakan). Iis (si pengkhianat) malah nomor paling belakang .. kayaknya masih kalah dari Hananto si manusia patung (tidak bisa tertawa, apalagi berlari sprint).

Sesampai di garis finish, semua masih ngos-ngosan sambil mengumpat-umpat Iis, tapi tetep tertawa terbahak-bahak. Pak Saugi pun ikut tertawa-tawa, tapi sambil geleng-geleng kepala, bingung mau kasih nilai berapa. Iis pun ikut tertawa-tawa, tanpa penyesalan!! Hanya ada satu orang yang tak tertawa. Hananto.



[sing nulis/ngedit: Iwan]


Tidak ada komentar: