kisah masa lalu >> hidup masa kini >> mimpi masa depan

16 Mei 2008

Apa Maksud di Balik Kata-Kata Garenk??

Ada yang menarik dari tulisan-tulisan karya Garenk, seperti yang dia kirim ke mailing list bass91@yahoogroups.com sore hari [WIB] ini.

"... BTK aku tetetap megang MU sampai kapan pun.sorry iki masalahe duit.pe
rkorone aku wegah nyekel celsie,perkorone aku ra seneng karo si didik dorba.tapi ojo kuatir aku aku tetap bangga sebagai W.N.I dengan memegang tim uber dan tomas,majulah kawan,saya berharap dan moga moga mendapat piala tomas dan uber ..."

Coba .... pembaca yang budi
man, bisakah Anda menerka apa sebenarnya yang dimaksud Garenk dari kata-kata yang tercetak huruf merah di atas?

Mungkinkah itu terjadi sekadar salah ketik? Atau jangan-jangan memang begitulah hasil penulisan dengan menggunakan keyboard komputer ala masyarakat New Zealand? Mungkinkah di New Zealand sedang berlangsung masa mirip "Revolusi Kebudayaan"-nya Mao Tse Tung di RRC (1966-1976) di mana pemerintah mereduksi jumlah huruf Cina untuk memudahkan program pemberantasan buta huruf? Atau ini justru sekadar lack of habit yang dialami Garenk? [Biasanya menggunakan tangan untuk kegiatan-kegiatan a-nonoh/tak senonoh, lantas dipake nulis e-mail].


[Garenk dan dua sosok hasil perbuatan a-nonoh-nya]


Entahlah, mungkin hanya Garenk yang tahu. Tapi yang jelas, terbersit segumpal niat tulus untuk terus-menerus menjalin komunikasi silaturahmi dengan kami di Indonesia Tanah Air Beta [kayak lagu wajib aja ...].

[sing nulis: Iwan]

13 Mei 2008

Pengalaman Apel di Rumah Pak Guru Agama


1. Saat datang ... wudlu dulu ...
2. Trus ... ucapkan salam ...
3. Trus ... duduk dengan khusyuk ...
4. Diem ... tenang ... menata hati....
5. Kemudian ... mulai pegang-pegang ... (tangan Pak Guru...)
6. Senyum .. Senyuuum....(Pak Guru juga senyumm) .

7. Trus ... msx2 ... msx2 ... [lagi ngapain hayo??]
8. Udah jam sembilan malem ... pulang dulu yach?
9. Trus ke kost-nya Deny ...

LAH .... !!! KOK DENY MALAH LAGI NDLONGOP !!!! SAMPE
Nge Ceessss!!!


[di kamar inilah yang dimaksud pada kalimat terakhir]


[sing nulis: Aji / sing ngedit: LSB ... lembaga sensor blog]

Pelajaran Sablon oleh Mbah Mul


Mbah Mul adalah guru kami di kelas 2 dalam pelajaran Ketrampilan Sablon… lebih kerennya disebut Nyablon …. bukan Nyabun … (kalo yang ini gurunya Agung). Pelajaran Mbah Mul ini dimulai pada jam ke-5 menjelang istirahat kedua.

[andai masih hidup, mungkin seperti inilah raut muka Mbah Mul sekarang]


Mbah Mul adalah guru yang tak pernah marah. Kita main-main di saat pelajarannya pun tidak pernah ditegurnya. Bahkan di sepanjang pelajarannya, kita bisa ke kantin, membeli dan membawa minuman ke kelas. Rasanya tak ada satu pun murid yang serius mengikuti pelajaran Mbah Mul. Itulah kenapa tak satu pun anggota Bass 91 yang punya usaha sablon sampai saat ini …

Hari itu, entah siapa yang memulai, kita semua bersepakat untuk mempercepat jam dinding sampai 15 menit, sebelum Mbah Mul hadir.

Ketika Mbah Mul hadir, kami semua tetap beracting seakan segalanya berjalan dengan wajar. [Jadi kita malah belajar acting dari dua orang diantara kami yang aktor pentolan dari teater “Golek”: Tap si pemain watak, dan Aji si pemain lucu karena bentuk dan wajahnya].

Pelajaran berjalan seperti biasa, hingga tahu-tahu jam telah menunjukkan pukul 11, dan kita pun serentak berteriak ke Mbah Mul “Pak, sudah waktunya istirahat Pak..!!” [sambil menunjuk jam dinding di ruang kelas].

Mbah Mul pun menengok ke arah jam dinding, dan kemudian membolehkan kita istirahat…. Akhirnya kita pun menghambur keluar untuk istirahat… makan dan minum di kantin Mbok Karto [dan seperti biasa, Iis nggabrul… makan tanpa membayar …].

Merasa berhasil, minggu berikutnya kita ulangi lagi, dan pelajaran pun berjalan seperti biasa, hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 11, dan kita pun serentak berteriak.. “Pak, udah waktunya istirahat!!”

Namun kali ini, Mbah Mul tidak sekedar melihat jam dinding. Ia juga melihat jam tangannya, seraya menjawab ”Lho … jam tangan saya masih kurang seprapat kok!!” Dan kita pun masih mendebat ”Tapi jam tangan kita sama dengan jam dinding Pak!!”

Akhirnya Mbah Mul bilang “Ya udah kalo mau makan/minum ya silakan aja, tapi saya masih tetap mau ngajar di sini…”

Nah loh???? Beda dengan reaksi kita seminggu lalu, kali ini kita bingung, saling pandang, beberapa orang agak ragu-ragu keluar kelas meninggalkan Mbah Mul. Tapi, ahirnya kita tetap KONSISTEN!!!! Tak sampai 5 menit kelas itu akhirnya kosong.

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

12 Mei 2008

Kisah Dian Sang Penari


Pentas tari tradisional di masa SMA tidak akan terpisahkan dengan nama Dian Soesetyoningroem, teman kita yang cantik mungil dan sangat piawai dalam menari. Dian sangat menjiwai setiap tarian yang dibawakannya.. selalu menari bagai seorang putri, dan lawan mainnya adalah “buto” [raksasa] sungguhan namanya Bedor. Sebenarnya Andi juga ingin berduet menari dengan Dian. Peran favorit-nya: Cakil [monyet bergigi mancung di rahang bagian bawah]. Tapi, sayang sungguh sayang. Meski sebenernya Andi piawai menarikan peran Cakil [bahkan tanpa perlu make up], sayang …. Justru gigi di rahang atasnya yang mancung ke depan …

["Cakil" Postmodern ... mancung di rahang atas, bukan di rahang bawah]

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Para Aktor di Pentas Teater “Golek”


Wahh… kalo di group teater “Golek” SMA Negeri 4, ada dua nama anggota Bass91 yang tidak dapat dilupakan... mereka adalah Duo Kribo .... Aji dan Tap. Kalo Tap gak masalah dengan rambutnya, kalo Aji selalu protes kalo dikatakan rambutnya kriting. [Sebenarnya ada lagi yang kribo… yaitu Ibrahim, Kimbin dan Bowo … kalau mereka berlima kumpul… maunya disebut The Early Jackson, group-nya Michael Jackson sekeluarga … tapi sebenernya lebih mirip “taman beringin bonsai”].

Aji adalah aktor yang aktor yang multy-talent. Ia perah menjabat ketua teater “Golek”. Di kelas II, Aji adalah ketua panitia pentas seni merangkap MC dan aktor pentas teater dengan lawan main –yang sempat ditaksirnya – Ika Molen. Saat pembukaan pentas teater, Aji tampil dengan menyanyi lagu “Selamat datang… tuan nyonya dan sodara… selamat menyaksikan sebuah hiburan drama…. dst”. Dia menyanyi sambil agak membungkukkan badan, berusaha menutupi celana bagian resleting yang agak menonjol gara-gara ngeliat Yeppi ganti kostum di belakang panggung setelah acara fashion show… ]

Di saat adegan itu, di deretan penonton tampak Pak Guru Agama… terkesima menyaksikan dan menyimak acting Aji. Beliau sangat terpukau…. bangga… dan sesekali beliau Istigfar….


TAP adalah aktor dan sering mejadi Pimpro dalam beberapa pementasan teater “Golek”. Tapi yang jelas, di setiap penampilannya, Tap sangat menjiwai perannya. Ketika Pentas Seni, Teater Golek menampilkan lakon Sam Pek Eng Tay, sebuah kisah romantis namun berakhir tragis. Dalam lakon itu, Tap adalah pemeran utama, sebagai tokoh Sam Pek. Di adegan terakhir yang sangat mengharukan, ketika Tap alias Sam Pek meratapi kepergian Eng Tay, semua penonton yang terpukau dengan acting Tap tampak menitikkan air mata, kecuali Gareng …. ia malah tetap menitikkan air mani …. Entah mengapa …..


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Bass91 Band


Andi
adalah vokalis, dengan ciri khas suara Bariton bercampur Sopran..(kayak banci ya Ndi??). Waktu kelas 2, lagu yang lagi ngetrend adalah “Kerangka Langit”-nya Kaisar Rock Band [yang drummernya adalah Ari "Jujuk", kakaknya Mia "Jujuk". Waktu menyanyikan lagu itu di ajang Pentas Seni Tahunan, Andi berencana saat menyanyikan syair yang berbunyi "... laknat!!” Andi mau mengucapkan kata itu sambil menunjuk seorang pejabat sekolah kami yang pastinya duduk di bangku penonton terdepan. Tapi saat tampil live beneran... ternyata waktu bilang kata “ ... laknat!!” Andi malah menunjuk Iwan [??!!#$%@$%?!!!].


Waktu tampil di Pentas Seni menjelang semester akhir [di kelas 3] band ini menampilkan lagu "Garis Bintang" [masih dari album Kaisar Rock Band]. Bedanya dengan penampilan setahun sebelumnya, band ini didukung vocalis cewek nan sexy, adik kelas [bukan anggota Bass91] ... Silvi namanya, yang suka menyanyikan lagunya Anggun C. Sasmi dan Slank. Bila Andi dan Silvi berduet… tampak seperti sedang menyanyikan lagu "Ebony and Ivory" [Ivory, karena Andi itu satu-satunya teman kita yang punya gigi mirip gading.

Iwan adalah Bassist alias pemain bass. Konon kabarnya Iwan bela-belain main Bass karena patriotismenya sebagai anggota Bass91. Padahal basicnya, Iwan adalah pemusik serba bisa dan dalam setiap pentas musik, Iwan adalah pemain melody dalam group Kulintang Wani Wirang [Jawa: berani malu]. Saat beraksi di depan panggung, Iwan pernah main bass sambil melet dan “nglesot“ [duduk di lantai panggung] di panggung. Iwan bisa main bass pake lidah lhoo!! Gara-gara "nglesot" itu, belakangan ada yang mengabarkan kalau pas main Iwan mabok [mabok kecubung kaleee….]. Selain dikenal sebagai bassist, Iwan terkenal juga sebagai teman yang alim … kalo pun mabok, paling ya mabok kacang … makanya jadi jerawat di seluruh wajahnya.


Novian adalah pemain Keyboard. Sebelumnya Novian gak punya track record terkait Band, tapi ketika main ke rumahnya di Gatak, ternyata Novian adalah keluarga pemusik.

Selain Andi, Iwan, Novian, [dan Silvi], Bass91 Band masih didukung Grace [drummer] dan Jarot [lead guitar]. Meski bukan anggota Bass91, mereka seperti sudah menjadi anggota keluarga Bass91 gara-gara nge-band bareng ini.


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

05 Mei 2008

Gareng dan Pak Joko

Pak Joko adalah guru matematika yang sangat cool…. Dengan kumis melintang dan tutur kata yang halus, membuat kita jadi sangat segan kepadanya. (Kata Aji, Pak Joko itu dulu bekas preman… karena dia punya tato…. )

Pak Joko mengajar di kelas kita pada dua jam terakhir setelah istirahat kedua, di saat kita sudah capek… dan tentu saja mengantuk… Untuk mata pelajaran lain, di jam-jam terakhir seperti itu, sering diantara kita tertidur atau sengaja tidur… karena tidak kuat menahan kantuk yang menyerang… Namun jangan coba-coba tidur di jam nya Pak Joko.. bisa-bisa disuruh maju ngerjain PR… karena waktu mengajar, Pak Joko suka meminta kita menuliskan PR yang telah kita kerjakan di papan tulis … satu per satu… kemudian dibahas bersama.

Hari itu, saya kebetulan sedang duduk semeja dengan Gareng… dan dipelajaran Pak Joko, lha kok berani-beraninya Gareng tidur… ketika Pak Joko menerangkan. Nah, di saat Pak Joko mengisi Jurnal dan kita mencatat, muncul ide iseng untuk “ngerjain” Gareng yang sedang terbuai mimpi.. .

Saya bangunkan Gareng tiba-tiba “Hee.. Reng…bangun Reng… disuruh Pak Joko ngerjain PR di depan!!!” sambil saya tunjukkan buku yang telah saya pegang. Mak gregah!! Gareng pun bangun… dan langsung mengambil buku yang saya pegang sambil bertanya…”Mana yang disuruh garap?”

“Ini lho…yang harus digarap” sambil memberikan buku PR saya kepada Gareng dan menunjukkan salah satu nomor di dalam buku itu..

Gareng pun tergopoh-gopoh maju ke depan, melewati Pak Joko yang masih mengisi Jurnal… Pak Joko pun hanya menengok sebentar… dan Gareng langsung menuliskan salah satu “PR” di papan tulis…

Tidak berapa lama, para Basswati.. pun berteriak…”Lho Reng… itu kan PR yang udah dibahas minggu lalu …. “ Gareng pun masih tetap menulis di papan tulis… (mungkin hatinya sudah gundah) … hingga akhirnya Pak Joko pun menoleh ke arah papan tulis… melihat tulisan Gareng sejenak.. dan kemudian berkata ”Mas…. Lha yang nyuruh kamu garap PR di papan tulis tuh sapa?????!!!!”

Kontan terdengar gelak tawa seluruh isi kelas, mengiringi Gareng yang kembali ke tempat duduk….. dan hanya bisa misuh-misuh sepanjang perjalanan …

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

02 Mei 2008

Andi Uji Nyali di Taman

Sebagaimana biasanya, kita-kita suka kumpul di rumah Aji entah ngobrol atau bikin sesuatu.

Malam itu kita semua kumpul dan gitaran di taman rumahnya Aji, saya lupa waktu itu kita habis ngapain, tapi kita semua berniat tidur di rumahnya Aji –dengan persetujuan beliau tentunya-.


Ada yang OmTw alias Omong Tuwo [curhat] ... biasanya yang suka session ini Gareng yang lagi curhat soal Mia dan kita yang peduli selalu membahas dari segala sisi. Sementara yang males ngedengerin curhatan Gareng, ya nyanyi-nyanyi dengan diiringi oleh Andi atau Iwan yang memang jago main gitar diantara kami.

Malam pun semakin larut, ketika kami semua mulai mengantuk dan akhirnya nyanyi pun semakin males, apalagi ngedengerin curhatan Gareng yang ngga jelas…

Entah ada jin mana yang lewat, tiba-tiba muncul ide untuk “ngerjain” salah satu diantara yang tertidur si taman untuk ditinggal sendirian. Korbannya belum ditentukan ... sampe akhirnya –entah kenapa- kita memilih Andi sebagai korban. Sementara Andi main gitar, rencana pun disusun [karena kompaknya kita, sering kita membuat rencana hanya berdasarkan saling melihat tanpa berbicara, dan kita pun tahu siapa dan apa yang akan dilakukan- itulah hebatnya Bass 91]. Ketika Andi terlihat semakin ngantuk, yang ditandai dengan bunyi gitar yang kadang kedengaran kadang tidak, maka kita semua rame-rame bilang kalo mau tidur di taman sampe pagi.

Dan Andi pun termakan dengan kesepakatan untuk tidur di taman, sampai akhirnya sudah tidak kuat lagi, Andi menyerahkan gitar kepada saya, dia mau konsentrasi untuk tidur … Patokannya kalo Andi gak komplain dengan permainan gitar saya yang kacau-balau, berarti dia udah tidur.

Sementara teman-teman.. Aji … Tap… Iwan…. Agung… Bowo.. Gareng…. berjingkat-jingkat satu per satu masuk rumah.. dan saya tetap main gitar hingga akhirnya tinggallah saya dan Andi. Ketika saya lihat Andi sudah lelap.. (ngorok… ngowoh tur.. ngeces..). Akhirnya dengan berjingkat-jingkat saya pun menyusul teman-teman masuk kamar dan tidur di kamar yang hangat dengan kasur yang empuk … meninggalkan Andi yang berembun (giginya) di taman.

Kita pun tidur beramai-ramai dengan lelap di kamar Aji, hingga pada sekitar jam 3 … tiba-tiba pintu kamar Aji terbuka dan masuklah Andi sambil nginjak-injak salah satu dari kita sambil mengumpat-umpat ”Asu… asu..!! Aku ditinggal dhewe le … le… [aku ditingal sendirian (di taman)]“. Sementara kita nahan ketawa…

(Apakah yang dirasakan Andi saat itu… kita tunggu penuturan kisah ini dari narasumber aslinya: Andi)

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

01 Mei 2008

Daripada Saling Mencela, Lebih Baik Saling Berbagi


[habitus "berbagi" kita di masa lalu ... makin terasa maknanya di saat "krisis ekonomi"]


Daripada saling mencela…memaki…menguak aib teman…
Lebih baik kita saling berbagi dalam hal-hal yang positif…
Tentunya sesuai bidang dan kompetensi kita masing-masing…

Aji membagi-bagi meja kursi….
Jack membagi-bagi lemari dan buffet…
Mia membagi-bagi batik…
Dwi membagi-bagi meja pingpong…
Agung membagi-bagi vitamin (ojo obat)…
Bowo membagi-bagi ban mobil…
Andi membagi-bagi kredit lunak…
Bintoro membagi-bagi SPT…
Tap membagi-bagi buku KUHP…
Deni membagi-bagi kondom…
Iwan membagi-bagi gitar…
Gareng membagi-bagi babi…
Novian membagi-bagi susu new Zealand...
Aku membagi-bagi opini...

Kan enak…

Bukankah kita hidup untuk saling berbagi…??

[sing nulis: Is Wawat / sing ngedit: Iwan]

Mengapa Si Jack Tak Pernah Muncul?

[Ini puisi yang mengekspresikan pikiran Iis merespon komentar teman-teman tentang milis bass91@yahoogroups.com]


Jack tak pernah muncul karena…
menurutnya milis ini isinya hanya saling mencela…

Jack tak pernah nulis karena…
menurutnya milis ini tidak produktif…
Jack tak pernah nongol karena…
menurutnya milis ini tidak memberi hasil secara ekonomis…

Bukankah Jack seorang businessman…??


Jack… oh si Jack…
muncullah kau… jangan cuma sms doang...


Bohong… kalau kau tak punya komputer….

Bohong… kalau kau tak bisa running internet…

Dusta… kalau kau tak bisa nulis email…

Dusta… kalau kau tak punya akses internet…


Jangan ada dusta di antara kita…


Jack… oh si Jack…
muncullah kau…


Makilah Gareng dengan segala kecinoannya…

Cacilah Aji dengan segala kependekannya…

Ejeklah Iwan dengan segala kemeletannya…

Habisilah Deny dengan Sukoharjo makmurnya…

Pacelah Agung dengan gendutnya dan nggerengnya…

Celalah TAP dengan segala kejembutannya…

Bantailah Novian karena suka mateni….

Kutuklah Andi dengan lambe ngluntung dan linconya…


Karena memang itu bahasa yang pantas untuk menyapa mereka…


Dan…
Pujilah Isidorus dengan segala kemuliaannya…
Karena memang itu bahasa yang layak untuk menyapanya…


[sing nulis: Is Wawat / sing ngedit: Iwan]