kisah masa lalu >> hidup masa kini >> mimpi masa depan

13 Mei 2008

Pelajaran Sablon oleh Mbah Mul


Mbah Mul adalah guru kami di kelas 2 dalam pelajaran Ketrampilan Sablon… lebih kerennya disebut Nyablon …. bukan Nyabun … (kalo yang ini gurunya Agung). Pelajaran Mbah Mul ini dimulai pada jam ke-5 menjelang istirahat kedua.

[andai masih hidup, mungkin seperti inilah raut muka Mbah Mul sekarang]


Mbah Mul adalah guru yang tak pernah marah. Kita main-main di saat pelajarannya pun tidak pernah ditegurnya. Bahkan di sepanjang pelajarannya, kita bisa ke kantin, membeli dan membawa minuman ke kelas. Rasanya tak ada satu pun murid yang serius mengikuti pelajaran Mbah Mul. Itulah kenapa tak satu pun anggota Bass 91 yang punya usaha sablon sampai saat ini …

Hari itu, entah siapa yang memulai, kita semua bersepakat untuk mempercepat jam dinding sampai 15 menit, sebelum Mbah Mul hadir.

Ketika Mbah Mul hadir, kami semua tetap beracting seakan segalanya berjalan dengan wajar. [Jadi kita malah belajar acting dari dua orang diantara kami yang aktor pentolan dari teater “Golek”: Tap si pemain watak, dan Aji si pemain lucu karena bentuk dan wajahnya].

Pelajaran berjalan seperti biasa, hingga tahu-tahu jam telah menunjukkan pukul 11, dan kita pun serentak berteriak ke Mbah Mul “Pak, sudah waktunya istirahat Pak..!!” [sambil menunjuk jam dinding di ruang kelas].

Mbah Mul pun menengok ke arah jam dinding, dan kemudian membolehkan kita istirahat…. Akhirnya kita pun menghambur keluar untuk istirahat… makan dan minum di kantin Mbok Karto [dan seperti biasa, Iis nggabrul… makan tanpa membayar …].

Merasa berhasil, minggu berikutnya kita ulangi lagi, dan pelajaran pun berjalan seperti biasa, hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 11, dan kita pun serentak berteriak.. “Pak, udah waktunya istirahat!!”

Namun kali ini, Mbah Mul tidak sekedar melihat jam dinding. Ia juga melihat jam tangannya, seraya menjawab ”Lho … jam tangan saya masih kurang seprapat kok!!” Dan kita pun masih mendebat ”Tapi jam tangan kita sama dengan jam dinding Pak!!”

Akhirnya Mbah Mul bilang “Ya udah kalo mau makan/minum ya silakan aja, tapi saya masih tetap mau ngajar di sini…”

Nah loh???? Beda dengan reaksi kita seminggu lalu, kali ini kita bingung, saling pandang, beberapa orang agak ragu-ragu keluar kelas meninggalkan Mbah Mul. Tapi, ahirnya kita tetap KONSISTEN!!!! Tak sampai 5 menit kelas itu akhirnya kosong.

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

1 komentar:

pbh512 mengatakan...

Bukannya namanya SAMIYO ..? klo dikelasku dipanggil pak AMI (..nyaingin pas beken2ne Amy Search )..