kisah masa lalu >> hidup masa kini >> mimpi masa depan

30 April 2008

Bass 91 dalam Berita

Wah ... Mia masuk berita koran sbg designer. Seneng punya temen sukses sampe masuk koran. Sebenernya anggota Bass91 sangat potensial diliput media juga lho!!

Aji ... dalam berita ... "Berbuat Cabul, Bocah ditangkap Polisi" (Lampu Merah)

Garenk ... dlm berita ... "Kisah Pelarian Tersangka di Selandia Baru Hingga Bali" (Warta Kota)

Bowo ... dlm berita ... "Ahli Bahasa Planet Terbitkan Kamus UFO Pertama" (Inti Sari)

Andi ... dlm berita ... "Kesal Impoten, Suami Gigit Alat Vital Teman" (Solopos)

Jack ... dlm berita ... "Rusak Digigit Teman, Alat Vital Dipindah ke Kepala" (Berita Kota)

Iis Wawat ... dlm berita ... "Tulis E-mail Porno, Karyawan BPK Ditangkap" (Pos Kota)


[Novian and his happy family]


Novian ... dlm berita ... "Main Organ Tunggal di Selandia Baru, WNI Ketemu Jodoh Bule" (Nova)

Agung ... dlm berita ... "Saksi Kunci Kasus 'Salon Krusek' Kabur" (Lampu Merah)

TAP ... dlm berita ... "Pengacara Lokal Terlibat Tawuran di Rumah Jujuk Srimulat" (Solopos)

Deny ... dlm berita ... "Pengacara Kondang Kepergok Berbuat Mesum dengan Mantan Pacar" (Berita Kota)

Iwan ... dlm berita ... "Rising Writer Wins Pulitzer in Web-Blog Category" (Time)


[sing nulis/ngedit: Iwan]

29 April 2008

Bass 91 .... 20 Tahun Lagi

Pernah terbayang gak … 20 tahun lagi kita reuni Bass91?? Wah … pasti akan semakin sulit, karena kita disibukkan dengan profesi masing-masing. Kira-kira, begini gambaran kita 20 tahun lagi …

Si Tap lagi menjalani Fit and Proper Test mergo arep diangkat jadi Hakim Agung di MA.

Iwan sibuk ngurusin corporate social responsibility (CSR) sebuah perusahaan Minyak Multinasional di pedalaman Papua.

Andi sedang ke luar negeri, menandatangani perjanjian Financing pesawat tempur pesanan Departemen Pertahanan.

Aji lagi sibuk negosiasi dagang di sejumlah negara Uni Eropa... sekalian ngelawak...

Agung lagi sibuk mewakili Kimia Farma mengakuisisi PnG, dan Glaxo Schmid Kleine.

Mia, sedang mempersiapkan peragaan busana bekerja sama dengan rumah mode Gucci.

Iis lagi dengar pendapat di DPR soal hasil audit salah satu lembaga negara.

Dwi lagi mimpin kongres Notaris.

Si Jack lagi promosi Guru Besar di FPOK UNS Solo.

Novian lagi touring dengan motor gede keliling Asia-Oceania.

Garenk lagi sibuk mengakuisisi anak perusahaane Babcockbrown untuk divisi peternakan.

Aku lagi nemoni presiden Amerika yang mengadakan kunjungan kenegaraan di Indonesia.

Grobyakkk... tahu-tahu aku udah dibangunin istriku ... rupanya aku bermimpi ... Tapi mimpi ini sekaligus adalah harapan saya untuk kita dan teman-teman … semoga sukses di masa depan... Tapi demi persahabatan, kita semua pasti akan mengesampingkan kesibukan itu... untuk REUNI BASS 91 … 20 tahun lagi …


[sebenarnya ... inilah mimpi Bass91 sejak awal mulanya]

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

"Viscomica": Tipuan 15 Tahun !!!

Mungkin kita semua inget, di bagian belakang Kostum Bass91 yang didesain Mia, ada tulisan Viscomica ... yang diusulkan sama Andi. Dan menurut Andi istilah Viscomica artinya KEKUATAN UNTUK MENIMBULKAN TAWA ... dan kita semua pun setuju tulisan itu ada di belakang kaos kita ... Ya mungkin itulah plotting geng kita ini...

TAPI … setelah kuliah bahkan sampai sekarang, saya cari referensi tentang apa artinya Viscomica ... tidak ada satu pun referensi yang membernarkan pendapat Andi tentang Arti Viscomica!!!

Lalu, beberapa teman mengingatkan, istilah itu dikutip dari Komik Asterix dan Obelix. Setelah saya check, memang ada tulisan "Viscomica" ... dan kemudian di bawahnya ada tulisan "kekuatan untuk membuat tertawa". Tapi antara kata "Viscomica" dengan tulisan "kekuatan untuk membuat tertawa" tidak ada kata "adalah". Jadi pengartian bahwa Viscomica sebagai kekuatan untuk membuat tertawa adalah hasil interpretasi belaka!


Belakangan baru saya ketahui bahwa itu semua adalah tagline dari penulis komik tersebut, si Uderzo dan Goscinny, yang lengkapnya berbunyi sbb: "Goscinnyrix Uderzorix Vis Comica" yang artinya kurang lebih "ini lho komik karangan Goscinny dan Uderzo". Weleh???!!!!!!

Kesimpulanya: kita selama 15 tahun ditipu Andi!!!!! UASUU ... UUUUUU!!!!!!



[harusnya si penipu dipasung seperti ini seumur hidup]


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Reuni di Penghujung 2007


Setelah pertemuan Bass91 tanggal 15 Oktober 2007 di rumahnya Aji si Mat Kinthil (Kinthil karena kecil, cilik… kalo gedhe…. Mat K……L), kali ini kembali sisa-sisa laskar Bass91 mengadakan pertemuan di penghujung tahun 2007 di rumah Basswati … Mia Permata Jl. Letjend Suprapto No.72 Sumber… Tempat pertemuan ini, merupakan pemindahan dari rencana awal yang sedianya diadakan di rumah Ibu Dian Suset.. namun batal karena kekhawatiran adanya banjir..

Sebagaimana pertemuan pertama yang diadakan dengan ide dasar memanfaatkan momen hari besar (Lebaran) dan sekalian menyambut salah satu teman kita yang pulang kampung… saat itu Gareng pulang ke Solo setelah sekian tahun merantau di New Zealand… 15 tahun ya Reng.

Demikian pula pertemuan akhir tahun ini yang memanfaatkan momentum Natalan/Tahun Baru sekalian penyambutan rekan kita Felix Iwan Wijayanto.. sang moderator milis Bass… yang saat itu pulang kampung… dan sangat kecewa ketika tidak dapat hadir dalam pertemuan 15 Oktober yang lalu. Sayangnya, waktu pertemuan yang telah disusun sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan keberadaan Iwan di Solo.. akhirnya dilaksanakan tanpa kehadiran Iwan yang keburu pulang ke Jakarta. PIYE to Wannn???

Namun seperti biasa, dimana pun dan berapapun anggota Bass91, berkumpul… di situ selalu muncul keceriaan… kegembiraan… canda tawa yang sangat sulit untuk dilupakan.

Undangan pertemuan adalah jam 7 malam dan seperti biasa… ngarettt…. Karena jam 7 adalah saat kita semua mulai berangkat dari rumah… yang jelas baru sekitar jam setengah delapan mulai pating jedul, di rumah Mia yang tetap saja megah…

Saya hadir bareng TAP karena kebetulan kami sejalan….

Ketika sampai di rumah Mia kami menjumpai suatu pemandangan yang mengejutkan ketika Mia telah memanggil tukang HIK sebagai salah satu seksi konsumsi pertemuan malam itu…

Sungguh suatu ide yang cemerlang dari Mia yang mencoba membangkitkan kenangan kita yang suka nongkrong di HIK untuk makan atau sekedar minum sambil Omong Tuwo…. Mbombongi Gareng pas arep nembung…..

Lebih mengejutkan lagi ketika ternyata ada Bu Juju’ yang saat itu sedang asik menikmati hidangan di HIK. Wahh… suatu kesempatan yang langka bisa salaman dengan salah satu seniman terkenal di negeri ini. Sempat terpikir juga, jangan-jangan Mia mengundang kita untuk diikutkan dalam audisi Srimulat… ha ha ha… kalo iya… saya yakin Aji pasti lolos audisi… Aji itu semakin tuwa semakin bijaksana.. dan yang penting semakin lucu dan lincahhhh…..


[tebak gambar: di sebelah mana Bu Jujuk duduk?]


Masuk rumah Mia… sudah ada Dian dan Diah wowok yang mengonggokkan diri di ujung karpet.. ternyata sebagai panitia, Dian sangat bertanggung jawab untuk siap di tempat ketika undangan mulai hadir.

Diah wowok mengenakan kaos warna hijau kebiruan dipadu dengan jeans serta mengenakan sepatu sepak bola merek Puma… dan Dian memakai pakaian putih model Harajuku… (itu termasuk Harajuku nggak Mia???) yang diakhir acara masih di kritik oleh Aji… “nek nganggo klambi putih ki yo kutange ojo werno ireng" (kalo pake baju putih tuh ya bra-nya jangan warna hitam) … Ji… apalagi nggak pake bra .... malah jadi horrorrrrrr …. yahhhh dari Harajuku menjadi Harakiri deeeee….

Kemudian datang menyusul Aji…. yang langsung ditagih nasi liwetnya sama Mia dan Dian.. –kliatannya Aji sudah menjanjikan akan membawakan nasi liwet untuk konsumsi acara ini – dan Ajipun meminta bantuan TAP untuk mengambil “nasi liwet” di mobilnya Aji. Karena membayangkan nasi liwet yang banyak… TAP pun mengajak salah seorang pembantu di rumah Mia untuk ngebantuin ngambil “nasi liwet” tersebut. Bahkan Mia dan Dian meminta saya untuk menyusul mereka mengangkut nasi liwet tersebut.

Belum sempat saya berangkat menyusul…mengambil “nasi liwet” …. TAP sudah keburu datang membawa sekotak makanan…dan langsung ditanya Mia dan Dian…”Lho endi sega liwete?” …”Embuh… ya gur iki thok… sego liwete..” jawab TAP sambil menunjukkan sekotak makanan yang ketika dibuka ternyata berisi Nasi Liwet luar negeri… alias cake… yang kemudian langsung di susun di atas piring oleh Mia dan Dian.

Kemudian Mia meminta kita untuk pesan minuman di tukang HIK yang sudah standby… saya pesan Teh Jahe… kemudian Tap pesan Teh panas dan tidak lupa kami pesan sate kikil… sate usus…. hmmmmmmm….. nikmat sekali… satenya mak nyusss… wedhang teh nya… Nasgitel (Panas Legi dan Gatel…)…. Jadah bakare…. Wahhh … mirasa…. Teksturnya sungguh halus tanpa menghilangkan rasa ketan yang gurih… Uenakkkk tenann…. Aji sesekali pesan sate telur puyuh,….. mungkin Aji makan telur puyuh sambil berharap pringsilane nambah….[ora mirip Pak Bondan yaa…].

Diiringi obrolan santai… membahas milist atau rencana kita masing-masing soal keluarga dll… sampai muncul pertanyaan Aji ke Mia… soal program anak… dan diakhiri dengan pertanyaan “tapi kowe rak ora lali to carane??”… yang untungnya tidak dijawab Mia… Dimaafkan ya Mia… temannya yang satu itu… cah cilik ki memang sok kurang ajar…

Satu persatu mulai datang… dimulai dari Nana.. yang mengenakan baju kuning… dipadu dengan celana senam warna hitam… wah jan.. makin cantik saja ibu satu ini… wiss…wiss.. ra sah di bahas.. ndak kelingan jaman ketolak… ha ha ha..

Aji pun langsung memesan sate kikil beberapa tusuk… keliatannya untuk obat kuat…

Kemudian secara mengejutkan datanglah Daniel dan Ibrahim… waduhh… hampir saja rumah Mia serasa ada reuni artis… karena telah ada U’uk Djayakarta…(Aji) kemudian datang penyanyi kopi ndangdut… (Fahmi Sahab alias Ibrahim)…

Menurut penuturan Daniel yang sekarang kerja di Kapal pesiar, begitu mendengar kabar adanya reuni ini, Daniel langsung meminta Nahkoda kapal pesiarnya yang sedang berlayar di perairan Karibia, untuk membelokkan rute kapal ke Indonesia dan merapat sebentar di pelabuhan Tanjung Perak.. menunggu Daniel yang ingin bertemu dengan teman-teman SMA nya… sesuatu yang pantas untuk dihargai…


[ ... Karibia tuh di sini lho, Him ... kalo Gunung Pare tuh di sini ...]


Tidak lama kemudian si Jack nelpun yang sebenarnya ingin pamit tidak dapat hadir … karena saat itu masih jadi panitia di acara mantenan .. dadi apa Jack.. nek dadi cucuk lampah apa ora malah nabrak-nabrak… ?? Aji pun memaksa si Jack untuk tetap hadir.. namun Jack berkilah kalau dia masih mengenakan beskap… namun Aji tidak kalah lincah merespon alasan Jack dengan menyatakan “lho ra popo Jack… malah aku pengen ndelok manuk di beskapi kok…”. Bahkan Mia pun akhirnya memaksa si Jack… hingga akhirnya si Jack hadir di pertemuan itu, karena ada suatu kasus yang memerlukan bantuan TAP… lho piye to iki…

Obrolan pun terus mengalir, seiring dengan makanan dan minuman yang selalu tersedia… dan tidak lupa… makanan HIK… yang pancen nyamlengg…. Hingga akhirnya Mia dan Dian meminta kita untuk makan Sate ayam yang telah menunggu untuk di santap…

Satenya…. Mak nyosss… bumbunya uenak banget.. perpaduan antara sambel kacang yang dimasak dengan seksama dicampur dengan gula merah yang sangat menggugah selera… lontonge… padet… gedhe … kalo dimasukin saku celananya Aji.. bisa-bisa bikin cewek-cewek tertipu .…

Si Jack yang baru hadir pun, langsung ditawari makan sate dan tanpa ba bi bu si Jack langsung mendatangi meja… yang ada sate dengan lontong yang telah di potong-potong… ehh lha kok masih nanya… “ora ana segane to?”…. lahhh… emange lonthong itu dibikin dari semen po???

Malam semakin larut ketika tiba-tiba muncul Agung… Agung yang ketika ditelepon Mia masih berada di Tangerang… tiba-tiba malam itu hadir. Lobinya Mia memang hebat sekali….

Padahal rumah Agung saat itu sedang terancam Banjir yang sedang melanda daerah Solo dan sekitarnya… namun dengan mengandalkan keris Nogososro Sabuk Lifeboy (iku sabun yaa???).. Agung yakin rumahnya akan dijaga dan tidak akan kebanjiran…

Tidak berapa lama, datanglah Andi dengan sang istri,… menurut Agung, kedatangan Andi adalah dalam rangka “survey Linca”…. Ha ha ha….

Obrolan pun terus mengalir, banyak sekali cerita jaman dulu yang terungkap malam itu… hingga akhirnya malampun telah larut dan akhirnya waktu jualah yang memisahkan kita.

Sebelum perpisahan, seperti biasa kita pun, berfoto bersama…. Dalam foto di bawah ini, Aji harus bersyukur dengan masalah dedeg nya… coba kalau Aji, setinggi si Jack… rak ndase malah kepotong… piye Jack.. mumet pora????

Terima kasih untuk Panitia… Mia, Dian dan Aji.. yang telah menyiapkan acara ini… Terima kasih untuk Hiknya… terima kasih untuk Sate dan Kuenya…

Terima kasih untuk para suami Mas Rinto (Mia), Suaminya Dian,Nana dan Diah yang mengijinkan para istri untuk reuni, bahkan turut menemani, Anda semua memang Suami Siaga…

Terima kasih pada Bu Juju, atas tempat yang telah disediakan…


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

The Universe is Plotting Us for Something in The Future


[what kind of "universe" did plot them like this???]


Kemaren aku ketemu dengan bekas seorang pejabat yang sekarang jadi klien saya.... dalam suatu pembicaraan beliau berkata " Den, tidak ada kebetulan di dunia ini.... semuanya sudah ada skenarionya...., mungkin Jij akan menyadari arti dan hikmah dari suatu kejadian di masa lalu, ketika Jij menghadapi suatu peristiwa di masa kini atau masa depan."

Dari meeting aku sempat ngobrol sama Bossku dan sempat cerita tentang pendapat klien saya tersebut.. Boss ku pun mengamini pendapat klien ku bahkan menambahkan bahwa " the universe is plotting us for something in the future..."

Dua kalimat tersebut menjadi perenunganku semalam dan tak kaitke karo keberadaanku diantara kalian dalam Bass91, bagaimana perjalanan Bass91 dulu... hingga bisa ketemu lagi sampai sekarang... aku mulai percaya karo pendapate klienku... (lagi saiki lho ada adviser dinasehati kliene..)

Kira-kira untuk ini lagune Iwan Fals sing cocok adalah Belum Ada Judul,....


Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap di dingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Di gilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah . . . . . lelap

Kita dulu bisa sekelas, kemudian bisa sangat-sangat kompak karena ada kesamaan diantara kita, antara lain... ora seneng hal-hal sing berbau hedonis..., kita semua realistis, trus seneng guyon, kreatif... tapi nek nggarap sesuatu selalu tenanan... nek istilah kerene kita dulu itu sangat Sersan... Serius Tapi Santai ...

Akrab bukan berarti tanpa gejolak lho ya... tapi esensi persahabatan lah yang tetap menyatukan kita...


Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai sa'at kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah . . . . . . . kau

Bahkan kita pernah hampir terlena dengan keakraban ini, hingga waktu mau lulus... ketika ngomongin soal tempat kuliah.. kita-kita pernah pengen kuliah di kota yang sama... apapun universitasnya .. yang penting bisa ngumpul... Aku masih inget Mas Cacuk (mase Andi) nganti ngomong begini "Lha iki uwong golek sekolah kok ora amarga jurusane apa tapi merga ben iso ngumpul..."

Kemudian kita dipisahkan ketika kelas 3, tapi kita tetap main bareng bahkan kita-kita malah ga begitu bermain pada teman-teman baru kita di kelas 3.... sampai saat kelulusan memisahkan kita sampai sekian tahun... Hingga akhirnya kita kemaren bisa mulai ngumpul-ngumpul .... kembali. Pada waktu lebaran dirumah Aji dan kemudian dilanjutkan ketemuan di rumah Mia kemaren....


Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga sa'at kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku sobat

Saya percaya bahwa ini semua bukan kebetulan.... mungkin kepercayaan saya akan menjadi suatu keyakinan ketika apa sing mbok bayangkan dan cita-citakan tentang Bass91 ke depan.. menjadi kenyataan.... hingga terbukti bahwa Alam Semesta mepersiapkan kita untuk suatu tugas di masa depan.....

Ayo teman-teman... singsingkan lengan bajumu.... Indonesia sudah beranjak dewasa.. dan semoga kitalah yang berperan dalam Indonesia yang sudah dewasa... kelak... Aminnnn....


PS:

Padahal Aji tadi malem aku SMS... katanya dia sedih ... karena milis kita jadi ngebahas hal-hal porno ... ha ha ha... ini harusnya jadi kalimatnya Garenk... yang lembut hatinya..


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Berbagi Kekuatan untuk Maju Bersama


[apa yang tidak bisa diubah dengan kekuatan seperti ini????]


Selarut apapun kita dengan masa lalu (yg memang menyenangkan), pasti ada kehendak buat memandang ke depan bersama2.

Posisi kita berdiri masing2 kini sudah sekian langkah maju dari masa lalu kita itu. Dan kemajuan yg telanjur menyejarah itu pasti sulit kita hentikan, pun demi menikmati masa lalu barang sesaat.

Aku pernah punya bayangan, suatu saat melalui milis ini, wedangan, reuni, atau apapun yg akan kita kerjakan nanti, kita akan berbagi kekuatan untuk maju bersama, tapi dengan cara dan jalan masing2. Yg sama adalah arah kemajuannya.

Konkretnya, denger2 pas reuni di rumah Aji dulu, TAP udah berbagi informasi soal penyelesaian kasus hukum kepada si Jack. Trus waktu Bowo mampir kantorku, kami diskusi panjang lebar soal bisnis dan tantangannya, relasi antar manusia dan etikanya, keluarga dan cintanya, etc. Suatu saat ... pasti ... kita akan belajar dari Bowo, Aji, dan Mia soal business ... dari TAP dan Deni soal hukum ... dari Iis soal government ... dari Jack soal health and education ... dari Gareng dan Novian soal cross-culture relation ... dari Andi dan Duwick soal media and advertisment ... bahkan dari Hananto, soal sisi2 kehidupan, entah apapun yg akan dia sumbangkan.

Semula, Bass91 boleh meng-image-kan dirinya sendiri sekadar sbg segerombolan teman sekelas, gak jelas mau apa.

Tapi, nantinya Bass91 mungkin akan menjadi komunitas yg punya arti, nilai, dan makna buat bangsa dan semesta ini, entah melalui apa (saja).


[sing nulis/ngedit: Iwan]

Sahabat Adalah Harta yang Menyejukkan


[... wah ... emang suejuk beneee ... eerrrr ...]


Ada kata yang tertelan di antara lidah kita...
ada kiat yang tanpa terundang datang menerawang...
apa arti kata kalo hanya datang dari satu sisi??

kekuatan abadi muncul saat senyum menyelam selalu di hati...
keberanian hanya terdapat pada seseorang yang tahu arti ketakutan...
indahnya ketakutan muncul saat kita BERANI mencoba...

bahagia hanyalah hiasan yang serba semu...

pasrah adalah jalan yang terbijak...

api akan terasa kalo kita tahu rasa dingin...
dingin adalah pilu, sejuk merupakan impian pasti...

teman, sobat dan sahabat adalah hiasan harta yang menyejukan..
harta menjadi terasa pada saat tanpa rasa kita ma
mpu merasakannya..


[per"sahabat"an lahir dari "harta yang menyejukkan"]


love you all and all the best...

[sing nulis: Aji]

Di-Absen Bu Hastuti

[nyantai di kost-ya Deny saat jam sekolah ... akibat tidak di-absen Bu Hastuti]


Tidak tahu … kenapa setiap mulai pelajaran Bahasa Indonesia, Bu Hastuti selalu mengabsen kita satu persatu.

Di awal kelas 2, setiap diabsen, kami hanya menjawab seperti biasa setiap Bu Hastuti memanggil nama kita… misalnya TAP dipanggil, maka jawabnya ya hanya “ada Bu..” lalu dilanjutkan dengan yang lainnya.

Seiring berjalannya waktu, dan berkembangnya kreatifitas anak-anak Bass91, jawaban “Ada Bu” serasa membosankan, hingga akhirnya kita pun berkreasi. Diantara kita ada kesepakatan: tidak boleh memberikan jawaban yang sama setiap kali nama kita dipanggil. Kalo ada yang sama, dianggap –sama sekali – tidak kreatif.

Selanjutnya setiap diabsen, kita pun selalu menunjukkan tanggapan yang berbeda. Jawaban mulai “Wonten Bu” (wonten-Jawa=ada) … “Kulo Bu” (kulo-Jawa=saya) … “nuwun Inggih” (Jawa=ya, terima kasih) … “sendiko dhawuh(Jawa=siap, ada apa? … seperti prajurit ketoprak) … “iya ada apa?” … “what’s the matter?” … “haiyaa.. owe petai Cina”… “Keng putra Bu..” (putra-Jawa=ananda) … hingga TAP yang menjawab “Bakmine Pak Mul” ketika di absen. Bahkan si Aji sempat menjawab absen nya Bu Hastuti sambil naik meja, mungkin karena idenya sudah habis tergali. Kalo Andi lain lagi.. kalo kita-kita dipanggil pada tunjuk jari.... kalo Andi ... tunjuk ... (udah tahu arahnya kan... sekitar mulut pokoknya).

Akibatnya, di pelajaran berikutnya, setiap memulai pelajaran dan mengabsen, Bu Hastuti selalu melompati nama kita yang terlalu kreatif. Kita pun protes..”Lho Bu, saya belum dipanggil..!”

Bu Hastuti pun menjawab, “Sudah kok!”

Kita pun tetap protes … “Tapi kita belum dipanggil!!”

“Sudah, ini ada kok tandanya di buku absen” kata si Ibu.

“Lho Bu, di pelajaran ini, yang paling kami tunggu adalah ABSEN-nya!”

Dan pelajaran pun tetap berlanjut …


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Pelajaran PMP Episode Cap Ji Kia

Di saat kita SMA, segala bentuk permainan judi memang sedang meraja di Kota Solo, mulai dari yang berskala nasional semacam SDSB, hingga berskala local semacam Cap Jie Kia… belum terhitung judi kartu di daerah Pasar Pon di dekat gedung Bioskop Dady Teater.

Pak Windu, guru Pendidikan Moral Pancasila (PMP), dalam salah satu pelajarannya, menyoroti masalah Cap Jie Kia ini. Dia pun mempertanyakan apa gunanya Cap Jie Kia….

“Apa itu Cap Jie Kia… saya pikir kok tidak masuk akal..” katanya, sambil menyebut nama-nama kode taruhan judi itu, “Dimpil … Samgong …!!” Langsung dipotong teman-teman yang memang master di bidang Cap Jie Kia… (Aryadi adalah salah satu bandar di level kelas).. “Lho Pak, Samgong itu bukan termasuk Cap Jie Kia….” Kita pun rame-rame menanggapi Pak Windu… "Samgong itu salah satu bentuk permainan kartu.. biasanya buat judi juga sih Pak...."

“Ooo…begitu to.. lha kalau begitu Cap Jie Kia apa aja? Coba sebutkan…” pinta Pak Windu..

Dengan semangat 45 kita pun menyebutkan nama-nama dalam Cap Jie Kia tersebut… serentak … “Petik…. Ningkrang … Cawang… !!!“ dalam suasana “pating clebung” asal ngucap aja.. lha wong paling nggak kedengaran… “ Gundul… Gunung… Kerok… Plompong..”

Suasana pun riuh rendah dengan penyebutan jenis Cap Jie Kia tersebut. Hingga akhirnya semua nama dalam Cap Jie Kia sudah disebutkan… Aji masih tetap teriak dengan lantang … “KONTHOLLLL ..!!! (bukan nama sebenarnya)” karena semua sudah selesai dan berhenti menyebutkan, ucapan Aji pun terdengar sangat jelas!! Dan semua pandangan tertuju ke arah Aji. Masih ditambah... expresi keterkejutan si Jack ..."Wissss .... Aji...ik...!??" Hingga Pak Windu pun tahu siapa yang baru saja ngomong tak senonoh itu....

Dan selanjutnya … silakan dibayangkan sendiri. Apa tindakan Pak Windu terhadap Aji.


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Ujian Praktek Olah Raga: Sprint Solidaritas

Suatu pagi, kelas kita (2Sos1) ujian praktek olah raga (OR). Gurunya Pak Saugi. Materi ujiannya lari sprint 400m, 6-8 pelari setiap start. Teman-teman cewek udah selesai ujian, ganti yang cowok-cowok. Karena jam OR-nya nyaris habis, 10-12-an orang disuruh start bareng-bareng, biar cepet selesai. Nah, sebelum start, Aji bisik2 "Heh, ora 'sah sprint yuk ... ning mlayu-ne alon2 wae, sing kompak, ben mlebu finishe bareng-bareng, mengko rak Saugi bingung" (Hey, gak usah sprint yuk ... tapi lari pelan-pelan aja, yang kompak, biar masuk finish bareng-bareng, ntar Saugi biar bingung". Ide brilian! Kita sambut gembira "Iya, yuk...yuk!"� Waktu itu pelari terakhir ada beberapa orang, aku lupa siapa aja. Tapi yang pasti, ada Aji, Iis, Hananto, aku.

Nah, waktu start, semua berlagak serius! Tapi waktu mulai lari, tiba2 semua nyantai sambil ketawa-ketiwi. Bener-bener lari sejajar, kecepatan masing-masing nyaris sama! Sangat solid, kompak, fun!!!!

Sadar sedang dikerjain, Pak Saugi berteriak dari garis finish "Hoooiii!!!! Kalo nggak serius, nilainya dikurangi semua!!!"

Sejak teriakan itulah solidaritas mulai luntur. Satu sama lain saling lirik kanan-kiri, penuh curiga. Apa maneh Aji, secara ... sebagai seorang atlit sprinter beneran ... mau mengalah dan mengorbankan rekor kecepatan kan sebuah pengorbanan sangat besar. Semua dikorbankan demi persahabatan.

Kurang 100m dari finish semua masih ketawa-ketiwi cekikikan, tapi juga saling lirik kanan-kiri, mulai curiga. Kurang 50m, ketawa-ketiwinya makin keras, kecurigaan pun makin menjadi. Aji (sbg commander of rebels) udah warning "Hayo ... hayo ... tetep kompak lho! Awas aja ana sing dhisiki!!!" (Awas jangan sampai ada yang mendahului!!"

Nah kurang 20m dari finish, tiba-tiba Iis lari ngibrit kayak dikejar anjing, meninggalkan teman-temannya sambil ketawa terbahak-bahak. Kontan barisan bubar, semua berlari cepet-cepetan. Aji pun ikut-ikutan berlari sprint, seperti biasa yang dia lakukan di pertandingan, sambil berteriak "BAJINGAAAAA..AAAAN!!!!!"

Hasilnya: Aji tetep nomor 1 (dgn catatan waktu paling buruk sepanjang sejarah karirnya di dunia atletik ... sebuah bayaran yang sangat mahal untuk harga sebuah kekompakan). Iis (si pengkhianat) malah nomor paling belakang .. kayaknya masih kalah dari Hananto si manusia patung (tidak bisa tertawa, apalagi berlari sprint).

Sesampai di garis finish, semua masih ngos-ngosan sambil mengumpat-umpat Iis, tapi tetep tertawa terbahak-bahak. Pak Saugi pun ikut tertawa-tawa, tapi sambil geleng-geleng kepala, bingung mau kasih nilai berapa. Iis pun ikut tertawa-tawa, tanpa penyesalan!! Hanya ada satu orang yang tak tertawa. Hananto.



[sing nulis/ngedit: Iwan]