Setelah pertemuan Bass91 tanggal 15 Oktober 2007 di rumahnya Aji si Mat Kinthil (Kinthil karena kecil, cilik… kalo gedhe…. Mat K……L), kali ini kembali sisa-sisa laskar Bass91 mengadakan pertemuan di penghujung tahun 2007 di rumah Basswati … Mia Permata Jl. Letjend Suprapto No.72 Sumber… Tempat pertemuan ini, merupakan pemindahan dari rencana awal yang sedianya diadakan di rumah Ibu Dian Suset.. namun batal karena kekhawatiran adanya banjir.. Sebagaimana pertemuan pertama yang diadakan dengan ide dasar memanfaatkan momen hari besar (Lebaran) dan sekalian menyambut salah satu teman kita yang pulang kampung… saat itu Gareng pulang ke Solo setelah sekian tahun merantau di New Zealand… 15 tahun ya Reng.
Demikian pula pertemuan akhir tahun ini yang memanfaatkan momentum Natalan/Tahun Baru sekalian penyambutan rekan kita Felix Iwan Wijayanto.. sang moderator milis Bass… yang saat itu pulang kampung… dan sangat kecewa ketika tidak dapat hadir dalam pertemuan 15 Oktober yang lalu. Sayangnya, waktu pertemuan yang telah disusun sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan keberadaan Iwan di Solo.. akhirnya dilaksanakan tanpa kehadiran Iwan yang keburu pulang ke Jakarta. PIYE to Wannn???
Namun seperti biasa, dimana pun dan berapapun anggota Bass91, berkumpul… di situ selalu muncul keceriaan… kegembiraan… canda tawa yang sangat sulit untuk dilupakan.
Undangan pertemuan adalah jam 7 malam dan seperti biasa… ngarettt…. Karena jam 7 adalah saat kita semua mulai berangkat dari rumah… yang jelas baru sekitar jam setengah delapan mulai pating jedul, di rumah Mia yang tetap saja megah…
Saya hadir bareng TAP karena kebetulan kami sejalan….
Ketika sampai di rumah Mia kami menjumpai suatu pemandangan yang mengejutkan ketika Mia telah memanggil tukang HIK sebagai salah satu seksi konsumsi pertemuan malam itu…
Sungguh suatu ide yang cemerlang dari Mia yang mencoba membangkitkan kenangan kita yang suka nongkrong di HIK untuk makan atau sekedar minum sambil Omong Tuwo…. Mbombongi Gareng pas arep nembung…..
Lebih mengejutkan lagi ketika ternyata ada Bu Juju’ yang saat itu sedang asik menikmati hidangan di HIK. Wahh… suatu kesempatan yang langka bisa salaman dengan salah satu seniman terkenal di negeri ini. Sempat terpikir juga, jangan-jangan Mia mengundang kita untuk diikutkan dalam audisi Srimulat… ha ha ha… kalo iya… saya yakin Aji pasti lolos audisi… Aji itu semakin tuwa semakin bijaksana.. dan yang penting semakin lucu dan lincahhhh…..
[tebak gambar: di sebelah mana Bu Jujuk duduk?]
Masuk rumah Mia… sudah ada Dian dan Diah wowok yang mengonggokkan diri di ujung karpet.. ternyata sebagai panitia, Dian sangat bertanggung jawab untuk siap di tempat ketika undangan mulai hadir.
Diah wowok mengenakan kaos warna hijau kebiruan dipadu dengan jeans serta mengenakan sepatu sepak bola merek Puma… dan Dian memakai pakaian putih model Harajuku… (itu termasuk Harajuku nggak Mia???) yang diakhir acara masih di kritik oleh Aji… “nek nganggo klambi putih ki yo kutange ojo werno ireng" (kalo pake baju putih tuh ya bra-nya jangan warna hitam) … Ji… apalagi nggak pake bra .... malah jadi horrorrrrrr …. yahhhh dari Harajuku menjadi Harakiri deeeee….
Kemudian datang menyusul Aji…. yang langsung ditagih nasi liwetnya sama Mia dan Dian.. –kliatannya Aji sudah menjanjikan akan membawakan nasi liwet untuk konsumsi acara ini – dan Ajipun meminta bantuan TAP untuk mengambil “nasi liwet” di mobilnya Aji. Karena membayangkan nasi liwet yang banyak… TAP pun mengajak salah seorang pembantu di rumah Mia untuk ngebantuin ngambil “nasi liwet” tersebut. Bahkan Mia dan Dian meminta saya untuk menyusul mereka mengangkut nasi liwet tersebut.
Belum sempat saya berangkat menyusul…mengambil “nasi liwet” …. TAP sudah keburu datang membawa sekotak makanan…dan langsung ditanya Mia dan Dian…”Lho endi sega liwete?” …”Embuh… ya gur iki thok… sego liwete..” jawab TAP sambil menunjukkan sekotak makanan yang ketika dibuka ternyata berisi Nasi Liwet luar negeri… alias cake… yang kemudian langsung di susun di atas piring oleh Mia dan Dian.
Kemudian Mia meminta kita untuk pesan minuman di tukang HIK yang sudah standby… saya pesan Teh Jahe… kemudian Tap pesan Teh panas dan tidak lupa kami pesan sate kikil… sate usus…. hmmmmmmm….. nikmat sekali… satenya mak nyusss… wedhang teh nya… Nasgitel (Panas Legi dan Gatel…)…. Jadah bakare…. Wahhh … mirasa…. Teksturnya sungguh halus tanpa menghilangkan rasa ketan yang gurih… Uenakkkk tenann…. Aji sesekali pesan sate telur puyuh,….. mungkin Aji makan telur puyuh sambil berharap pringsilane nambah….[ora mirip Pak Bondan yaa…].
Diiringi obrolan santai… membahas milist atau rencana kita masing-masing soal keluarga dll… sampai muncul pertanyaan Aji ke Mia… soal program anak… dan diakhiri dengan pertanyaan “tapi kowe rak ora lali to carane??”… yang untungnya tidak dijawab Mia… Dimaafkan ya Mia… temannya yang satu itu… cah cilik ki memang sok kurang ajar…
Satu persatu mulai datang… dimulai dari Nana.. yang mengenakan baju kuning… dipadu dengan celana senam warna hitam… wah jan.. makin cantik saja ibu satu ini… wiss…wiss.. ra sah di bahas.. ndak kelingan jaman ketolak… ha ha ha..
Aji pun langsung memesan sate kikil beberapa tusuk… keliatannya untuk obat kuat…
Kemudian secara mengejutkan datanglah Daniel dan Ibrahim… waduhh… hampir saja rumah Mia serasa ada reuni artis… karena telah ada U’uk Djayakarta…(Aji) kemudian datang penyanyi kopi ndangdut… (Fahmi Sahab alias Ibrahim)…
Menurut penuturan Daniel yang sekarang kerja di Kapal pesiar, begitu mendengar kabar adanya reuni ini, Daniel langsung meminta Nahkoda kapal pesiarnya yang sedang berlayar di perairan Karibia, untuk membelokkan rute kapal ke Indonesia dan merapat sebentar di pelabuhan Tanjung Perak.. menunggu Daniel yang ingin bertemu dengan teman-teman SMA nya… sesuatu yang pantas untuk dihargai…
[ ... Karibia tuh di sini lho, Him ... kalo Gunung Pare tuh di sini ...]
Tidak lama kemudian si Jack nelpun yang sebenarnya ingin pamit tidak dapat hadir … karena saat itu masih jadi panitia di acara mantenan .. dadi apa Jack.. nek dadi cucuk lampah apa ora malah nabrak-nabrak… ?? Aji pun memaksa si Jack untuk tetap hadir.. namun Jack berkilah kalau dia masih mengenakan beskap… namun Aji tidak kalah lincah merespon alasan Jack dengan menyatakan “lho ra popo Jack… malah aku pengen ndelok manuk di beskapi kok…”. Bahkan Mia pun akhirnya memaksa si Jack… hingga akhirnya si Jack hadir di pertemuan itu, karena ada suatu kasus yang memerlukan bantuan TAP… lho piye to iki…
Obrolan pun terus mengalir, seiring dengan makanan dan minuman yang selalu tersedia… dan tidak lupa… makanan HIK… yang pancen nyamlengg…. Hingga akhirnya Mia dan Dian meminta kita untuk makan Sate ayam yang telah menunggu untuk di santap…
Satenya…. Mak nyosss… bumbunya uenak banget.. perpaduan antara sambel kacang yang dimasak dengan seksama dicampur dengan gula merah yang sangat menggugah selera… lontonge… padet… gedhe … kalo dimasukin saku celananya Aji.. bisa-bisa bikin cewek-cewek tertipu .…
Si Jack yang baru hadir pun, langsung ditawari makan sate dan tanpa ba bi bu si Jack langsung mendatangi meja… yang ada sate dengan lontong yang telah di potong-potong… ehh lha kok masih nanya… “ora ana segane to?”…. lahhh… emange lonthong itu dibikin dari semen po???
Malam semakin larut ketika tiba-tiba muncul Agung… Agung yang ketika ditelepon Mia masih berada di Tangerang… tiba-tiba malam itu hadir. Lobinya Mia memang hebat sekali….
Padahal rumah Agung saat itu sedang terancam Banjir yang sedang melanda daerah Solo dan sekitarnya… namun dengan mengandalkan keris Nogososro Sabuk Lifeboy (iku sabun yaa???).. Agung yakin rumahnya akan dijaga dan tidak akan kebanjiran…
Tidak berapa lama, datanglah Andi dengan sang istri,… menurut Agung, kedatangan Andi adalah dalam rangka “survey Linca”…. Ha ha ha….
Obrolan pun terus mengalir, banyak sekali cerita jaman dulu yang terungkap malam itu… hingga akhirnya malampun telah larut dan akhirnya waktu jualah yang memisahkan kita.
Sebelum perpisahan, seperti biasa kita pun, berfoto bersama…. Dalam foto di bawah ini, Aji harus bersyukur dengan masalah dedeg nya… coba kalau Aji, setinggi si Jack… rak ndase malah kepotong… piye Jack.. mumet pora????
Terima kasih untuk Panitia… Mia, Dian dan Aji.. yang telah menyiapkan acara ini… Terima kasih untuk Hiknya… terima kasih untuk Sate dan Kuenya…
Terima kasih untuk para suami Mas Rinto (Mia), Suaminya Dian,Nana dan Diah yang mengijinkan para istri untuk reuni, bahkan turut menemani, Anda semua memang Suami Siaga…
Terima kasih pada Bu Juju, atas tempat yang telah disediakan…
[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]