kisah masa lalu >> hidup masa kini >> mimpi masa depan

16 Mei 2008

Apa Maksud di Balik Kata-Kata Garenk??

Ada yang menarik dari tulisan-tulisan karya Garenk, seperti yang dia kirim ke mailing list bass91@yahoogroups.com sore hari [WIB] ini.

"... BTK aku tetetap megang MU sampai kapan pun.sorry iki masalahe duit.pe
rkorone aku wegah nyekel celsie,perkorone aku ra seneng karo si didik dorba.tapi ojo kuatir aku aku tetap bangga sebagai W.N.I dengan memegang tim uber dan tomas,majulah kawan,saya berharap dan moga moga mendapat piala tomas dan uber ..."

Coba .... pembaca yang budi
man, bisakah Anda menerka apa sebenarnya yang dimaksud Garenk dari kata-kata yang tercetak huruf merah di atas?

Mungkinkah itu terjadi sekadar salah ketik? Atau jangan-jangan memang begitulah hasil penulisan dengan menggunakan keyboard komputer ala masyarakat New Zealand? Mungkinkah di New Zealand sedang berlangsung masa mirip "Revolusi Kebudayaan"-nya Mao Tse Tung di RRC (1966-1976) di mana pemerintah mereduksi jumlah huruf Cina untuk memudahkan program pemberantasan buta huruf? Atau ini justru sekadar lack of habit yang dialami Garenk? [Biasanya menggunakan tangan untuk kegiatan-kegiatan a-nonoh/tak senonoh, lantas dipake nulis e-mail].


[Garenk dan dua sosok hasil perbuatan a-nonoh-nya]


Entahlah, mungkin hanya Garenk yang tahu. Tapi yang jelas, terbersit segumpal niat tulus untuk terus-menerus menjalin komunikasi silaturahmi dengan kami di Indonesia Tanah Air Beta [kayak lagu wajib aja ...].

[sing nulis: Iwan]

13 Mei 2008

Pengalaman Apel di Rumah Pak Guru Agama


1. Saat datang ... wudlu dulu ...
2. Trus ... ucapkan salam ...
3. Trus ... duduk dengan khusyuk ...
4. Diem ... tenang ... menata hati....
5. Kemudian ... mulai pegang-pegang ... (tangan Pak Guru...)
6. Senyum .. Senyuuum....(Pak Guru juga senyumm) .

7. Trus ... msx2 ... msx2 ... [lagi ngapain hayo??]
8. Udah jam sembilan malem ... pulang dulu yach?
9. Trus ke kost-nya Deny ...

LAH .... !!! KOK DENY MALAH LAGI NDLONGOP !!!! SAMPE
Nge Ceessss!!!


[di kamar inilah yang dimaksud pada kalimat terakhir]


[sing nulis: Aji / sing ngedit: LSB ... lembaga sensor blog]

Pelajaran Sablon oleh Mbah Mul


Mbah Mul adalah guru kami di kelas 2 dalam pelajaran Ketrampilan Sablon… lebih kerennya disebut Nyablon …. bukan Nyabun … (kalo yang ini gurunya Agung). Pelajaran Mbah Mul ini dimulai pada jam ke-5 menjelang istirahat kedua.

[andai masih hidup, mungkin seperti inilah raut muka Mbah Mul sekarang]


Mbah Mul adalah guru yang tak pernah marah. Kita main-main di saat pelajarannya pun tidak pernah ditegurnya. Bahkan di sepanjang pelajarannya, kita bisa ke kantin, membeli dan membawa minuman ke kelas. Rasanya tak ada satu pun murid yang serius mengikuti pelajaran Mbah Mul. Itulah kenapa tak satu pun anggota Bass 91 yang punya usaha sablon sampai saat ini …

Hari itu, entah siapa yang memulai, kita semua bersepakat untuk mempercepat jam dinding sampai 15 menit, sebelum Mbah Mul hadir.

Ketika Mbah Mul hadir, kami semua tetap beracting seakan segalanya berjalan dengan wajar. [Jadi kita malah belajar acting dari dua orang diantara kami yang aktor pentolan dari teater “Golek”: Tap si pemain watak, dan Aji si pemain lucu karena bentuk dan wajahnya].

Pelajaran berjalan seperti biasa, hingga tahu-tahu jam telah menunjukkan pukul 11, dan kita pun serentak berteriak ke Mbah Mul “Pak, sudah waktunya istirahat Pak..!!” [sambil menunjuk jam dinding di ruang kelas].

Mbah Mul pun menengok ke arah jam dinding, dan kemudian membolehkan kita istirahat…. Akhirnya kita pun menghambur keluar untuk istirahat… makan dan minum di kantin Mbok Karto [dan seperti biasa, Iis nggabrul… makan tanpa membayar …].

Merasa berhasil, minggu berikutnya kita ulangi lagi, dan pelajaran pun berjalan seperti biasa, hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 11, dan kita pun serentak berteriak.. “Pak, udah waktunya istirahat!!”

Namun kali ini, Mbah Mul tidak sekedar melihat jam dinding. Ia juga melihat jam tangannya, seraya menjawab ”Lho … jam tangan saya masih kurang seprapat kok!!” Dan kita pun masih mendebat ”Tapi jam tangan kita sama dengan jam dinding Pak!!”

Akhirnya Mbah Mul bilang “Ya udah kalo mau makan/minum ya silakan aja, tapi saya masih tetap mau ngajar di sini…”

Nah loh???? Beda dengan reaksi kita seminggu lalu, kali ini kita bingung, saling pandang, beberapa orang agak ragu-ragu keluar kelas meninggalkan Mbah Mul. Tapi, ahirnya kita tetap KONSISTEN!!!! Tak sampai 5 menit kelas itu akhirnya kosong.

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

12 Mei 2008

Kisah Dian Sang Penari


Pentas tari tradisional di masa SMA tidak akan terpisahkan dengan nama Dian Soesetyoningroem, teman kita yang cantik mungil dan sangat piawai dalam menari. Dian sangat menjiwai setiap tarian yang dibawakannya.. selalu menari bagai seorang putri, dan lawan mainnya adalah “buto” [raksasa] sungguhan namanya Bedor. Sebenarnya Andi juga ingin berduet menari dengan Dian. Peran favorit-nya: Cakil [monyet bergigi mancung di rahang bagian bawah]. Tapi, sayang sungguh sayang. Meski sebenernya Andi piawai menarikan peran Cakil [bahkan tanpa perlu make up], sayang …. Justru gigi di rahang atasnya yang mancung ke depan …

["Cakil" Postmodern ... mancung di rahang atas, bukan di rahang bawah]

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Para Aktor di Pentas Teater “Golek”


Wahh… kalo di group teater “Golek” SMA Negeri 4, ada dua nama anggota Bass91 yang tidak dapat dilupakan... mereka adalah Duo Kribo .... Aji dan Tap. Kalo Tap gak masalah dengan rambutnya, kalo Aji selalu protes kalo dikatakan rambutnya kriting. [Sebenarnya ada lagi yang kribo… yaitu Ibrahim, Kimbin dan Bowo … kalau mereka berlima kumpul… maunya disebut The Early Jackson, group-nya Michael Jackson sekeluarga … tapi sebenernya lebih mirip “taman beringin bonsai”].

Aji adalah aktor yang aktor yang multy-talent. Ia perah menjabat ketua teater “Golek”. Di kelas II, Aji adalah ketua panitia pentas seni merangkap MC dan aktor pentas teater dengan lawan main –yang sempat ditaksirnya – Ika Molen. Saat pembukaan pentas teater, Aji tampil dengan menyanyi lagu “Selamat datang… tuan nyonya dan sodara… selamat menyaksikan sebuah hiburan drama…. dst”. Dia menyanyi sambil agak membungkukkan badan, berusaha menutupi celana bagian resleting yang agak menonjol gara-gara ngeliat Yeppi ganti kostum di belakang panggung setelah acara fashion show… ]

Di saat adegan itu, di deretan penonton tampak Pak Guru Agama… terkesima menyaksikan dan menyimak acting Aji. Beliau sangat terpukau…. bangga… dan sesekali beliau Istigfar….


TAP adalah aktor dan sering mejadi Pimpro dalam beberapa pementasan teater “Golek”. Tapi yang jelas, di setiap penampilannya, Tap sangat menjiwai perannya. Ketika Pentas Seni, Teater Golek menampilkan lakon Sam Pek Eng Tay, sebuah kisah romantis namun berakhir tragis. Dalam lakon itu, Tap adalah pemeran utama, sebagai tokoh Sam Pek. Di adegan terakhir yang sangat mengharukan, ketika Tap alias Sam Pek meratapi kepergian Eng Tay, semua penonton yang terpukau dengan acting Tap tampak menitikkan air mata, kecuali Gareng …. ia malah tetap menitikkan air mani …. Entah mengapa …..


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Bass91 Band


Andi
adalah vokalis, dengan ciri khas suara Bariton bercampur Sopran..(kayak banci ya Ndi??). Waktu kelas 2, lagu yang lagi ngetrend adalah “Kerangka Langit”-nya Kaisar Rock Band [yang drummernya adalah Ari "Jujuk", kakaknya Mia "Jujuk". Waktu menyanyikan lagu itu di ajang Pentas Seni Tahunan, Andi berencana saat menyanyikan syair yang berbunyi "... laknat!!” Andi mau mengucapkan kata itu sambil menunjuk seorang pejabat sekolah kami yang pastinya duduk di bangku penonton terdepan. Tapi saat tampil live beneran... ternyata waktu bilang kata “ ... laknat!!” Andi malah menunjuk Iwan [??!!#$%@$%?!!!].


Waktu tampil di Pentas Seni menjelang semester akhir [di kelas 3] band ini menampilkan lagu "Garis Bintang" [masih dari album Kaisar Rock Band]. Bedanya dengan penampilan setahun sebelumnya, band ini didukung vocalis cewek nan sexy, adik kelas [bukan anggota Bass91] ... Silvi namanya, yang suka menyanyikan lagunya Anggun C. Sasmi dan Slank. Bila Andi dan Silvi berduet… tampak seperti sedang menyanyikan lagu "Ebony and Ivory" [Ivory, karena Andi itu satu-satunya teman kita yang punya gigi mirip gading.

Iwan adalah Bassist alias pemain bass. Konon kabarnya Iwan bela-belain main Bass karena patriotismenya sebagai anggota Bass91. Padahal basicnya, Iwan adalah pemusik serba bisa dan dalam setiap pentas musik, Iwan adalah pemain melody dalam group Kulintang Wani Wirang [Jawa: berani malu]. Saat beraksi di depan panggung, Iwan pernah main bass sambil melet dan “nglesot“ [duduk di lantai panggung] di panggung. Iwan bisa main bass pake lidah lhoo!! Gara-gara "nglesot" itu, belakangan ada yang mengabarkan kalau pas main Iwan mabok [mabok kecubung kaleee….]. Selain dikenal sebagai bassist, Iwan terkenal juga sebagai teman yang alim … kalo pun mabok, paling ya mabok kacang … makanya jadi jerawat di seluruh wajahnya.


Novian adalah pemain Keyboard. Sebelumnya Novian gak punya track record terkait Band, tapi ketika main ke rumahnya di Gatak, ternyata Novian adalah keluarga pemusik.

Selain Andi, Iwan, Novian, [dan Silvi], Bass91 Band masih didukung Grace [drummer] dan Jarot [lead guitar]. Meski bukan anggota Bass91, mereka seperti sudah menjadi anggota keluarga Bass91 gara-gara nge-band bareng ini.


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

05 Mei 2008

Gareng dan Pak Joko

Pak Joko adalah guru matematika yang sangat cool…. Dengan kumis melintang dan tutur kata yang halus, membuat kita jadi sangat segan kepadanya. (Kata Aji, Pak Joko itu dulu bekas preman… karena dia punya tato…. )

Pak Joko mengajar di kelas kita pada dua jam terakhir setelah istirahat kedua, di saat kita sudah capek… dan tentu saja mengantuk… Untuk mata pelajaran lain, di jam-jam terakhir seperti itu, sering diantara kita tertidur atau sengaja tidur… karena tidak kuat menahan kantuk yang menyerang… Namun jangan coba-coba tidur di jam nya Pak Joko.. bisa-bisa disuruh maju ngerjain PR… karena waktu mengajar, Pak Joko suka meminta kita menuliskan PR yang telah kita kerjakan di papan tulis … satu per satu… kemudian dibahas bersama.

Hari itu, saya kebetulan sedang duduk semeja dengan Gareng… dan dipelajaran Pak Joko, lha kok berani-beraninya Gareng tidur… ketika Pak Joko menerangkan. Nah, di saat Pak Joko mengisi Jurnal dan kita mencatat, muncul ide iseng untuk “ngerjain” Gareng yang sedang terbuai mimpi.. .

Saya bangunkan Gareng tiba-tiba “Hee.. Reng…bangun Reng… disuruh Pak Joko ngerjain PR di depan!!!” sambil saya tunjukkan buku yang telah saya pegang. Mak gregah!! Gareng pun bangun… dan langsung mengambil buku yang saya pegang sambil bertanya…”Mana yang disuruh garap?”

“Ini lho…yang harus digarap” sambil memberikan buku PR saya kepada Gareng dan menunjukkan salah satu nomor di dalam buku itu..

Gareng pun tergopoh-gopoh maju ke depan, melewati Pak Joko yang masih mengisi Jurnal… Pak Joko pun hanya menengok sebentar… dan Gareng langsung menuliskan salah satu “PR” di papan tulis…

Tidak berapa lama, para Basswati.. pun berteriak…”Lho Reng… itu kan PR yang udah dibahas minggu lalu …. “ Gareng pun masih tetap menulis di papan tulis… (mungkin hatinya sudah gundah) … hingga akhirnya Pak Joko pun menoleh ke arah papan tulis… melihat tulisan Gareng sejenak.. dan kemudian berkata ”Mas…. Lha yang nyuruh kamu garap PR di papan tulis tuh sapa?????!!!!”

Kontan terdengar gelak tawa seluruh isi kelas, mengiringi Gareng yang kembali ke tempat duduk….. dan hanya bisa misuh-misuh sepanjang perjalanan …

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

02 Mei 2008

Andi Uji Nyali di Taman

Sebagaimana biasanya, kita-kita suka kumpul di rumah Aji entah ngobrol atau bikin sesuatu.

Malam itu kita semua kumpul dan gitaran di taman rumahnya Aji, saya lupa waktu itu kita habis ngapain, tapi kita semua berniat tidur di rumahnya Aji –dengan persetujuan beliau tentunya-.


Ada yang OmTw alias Omong Tuwo [curhat] ... biasanya yang suka session ini Gareng yang lagi curhat soal Mia dan kita yang peduli selalu membahas dari segala sisi. Sementara yang males ngedengerin curhatan Gareng, ya nyanyi-nyanyi dengan diiringi oleh Andi atau Iwan yang memang jago main gitar diantara kami.

Malam pun semakin larut, ketika kami semua mulai mengantuk dan akhirnya nyanyi pun semakin males, apalagi ngedengerin curhatan Gareng yang ngga jelas…

Entah ada jin mana yang lewat, tiba-tiba muncul ide untuk “ngerjain” salah satu diantara yang tertidur si taman untuk ditinggal sendirian. Korbannya belum ditentukan ... sampe akhirnya –entah kenapa- kita memilih Andi sebagai korban. Sementara Andi main gitar, rencana pun disusun [karena kompaknya kita, sering kita membuat rencana hanya berdasarkan saling melihat tanpa berbicara, dan kita pun tahu siapa dan apa yang akan dilakukan- itulah hebatnya Bass 91]. Ketika Andi terlihat semakin ngantuk, yang ditandai dengan bunyi gitar yang kadang kedengaran kadang tidak, maka kita semua rame-rame bilang kalo mau tidur di taman sampe pagi.

Dan Andi pun termakan dengan kesepakatan untuk tidur di taman, sampai akhirnya sudah tidak kuat lagi, Andi menyerahkan gitar kepada saya, dia mau konsentrasi untuk tidur … Patokannya kalo Andi gak komplain dengan permainan gitar saya yang kacau-balau, berarti dia udah tidur.

Sementara teman-teman.. Aji … Tap… Iwan…. Agung… Bowo.. Gareng…. berjingkat-jingkat satu per satu masuk rumah.. dan saya tetap main gitar hingga akhirnya tinggallah saya dan Andi. Ketika saya lihat Andi sudah lelap.. (ngorok… ngowoh tur.. ngeces..). Akhirnya dengan berjingkat-jingkat saya pun menyusul teman-teman masuk kamar dan tidur di kamar yang hangat dengan kasur yang empuk … meninggalkan Andi yang berembun (giginya) di taman.

Kita pun tidur beramai-ramai dengan lelap di kamar Aji, hingga pada sekitar jam 3 … tiba-tiba pintu kamar Aji terbuka dan masuklah Andi sambil nginjak-injak salah satu dari kita sambil mengumpat-umpat ”Asu… asu..!! Aku ditinggal dhewe le … le… [aku ditingal sendirian (di taman)]“. Sementara kita nahan ketawa…

(Apakah yang dirasakan Andi saat itu… kita tunggu penuturan kisah ini dari narasumber aslinya: Andi)

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

01 Mei 2008

Daripada Saling Mencela, Lebih Baik Saling Berbagi


[habitus "berbagi" kita di masa lalu ... makin terasa maknanya di saat "krisis ekonomi"]


Daripada saling mencela…memaki…menguak aib teman…
Lebih baik kita saling berbagi dalam hal-hal yang positif…
Tentunya sesuai bidang dan kompetensi kita masing-masing…

Aji membagi-bagi meja kursi….
Jack membagi-bagi lemari dan buffet…
Mia membagi-bagi batik…
Dwi membagi-bagi meja pingpong…
Agung membagi-bagi vitamin (ojo obat)…
Bowo membagi-bagi ban mobil…
Andi membagi-bagi kredit lunak…
Bintoro membagi-bagi SPT…
Tap membagi-bagi buku KUHP…
Deni membagi-bagi kondom…
Iwan membagi-bagi gitar…
Gareng membagi-bagi babi…
Novian membagi-bagi susu new Zealand...
Aku membagi-bagi opini...

Kan enak…

Bukankah kita hidup untuk saling berbagi…??

[sing nulis: Is Wawat / sing ngedit: Iwan]

Mengapa Si Jack Tak Pernah Muncul?

[Ini puisi yang mengekspresikan pikiran Iis merespon komentar teman-teman tentang milis bass91@yahoogroups.com]


Jack tak pernah muncul karena…
menurutnya milis ini isinya hanya saling mencela…

Jack tak pernah nulis karena…
menurutnya milis ini tidak produktif…
Jack tak pernah nongol karena…
menurutnya milis ini tidak memberi hasil secara ekonomis…

Bukankah Jack seorang businessman…??


Jack… oh si Jack…
muncullah kau… jangan cuma sms doang...


Bohong… kalau kau tak punya komputer….

Bohong… kalau kau tak bisa running internet…

Dusta… kalau kau tak bisa nulis email…

Dusta… kalau kau tak punya akses internet…


Jangan ada dusta di antara kita…


Jack… oh si Jack…
muncullah kau…


Makilah Gareng dengan segala kecinoannya…

Cacilah Aji dengan segala kependekannya…

Ejeklah Iwan dengan segala kemeletannya…

Habisilah Deny dengan Sukoharjo makmurnya…

Pacelah Agung dengan gendutnya dan nggerengnya…

Celalah TAP dengan segala kejembutannya…

Bantailah Novian karena suka mateni….

Kutuklah Andi dengan lambe ngluntung dan linconya…


Karena memang itu bahasa yang pantas untuk menyapa mereka…


Dan…
Pujilah Isidorus dengan segala kemuliaannya…
Karena memang itu bahasa yang layak untuk menyapanya…


[sing nulis: Is Wawat / sing ngedit: Iwan]

30 April 2008

Bass 91 dalam Berita

Wah ... Mia masuk berita koran sbg designer. Seneng punya temen sukses sampe masuk koran. Sebenernya anggota Bass91 sangat potensial diliput media juga lho!!

Aji ... dalam berita ... "Berbuat Cabul, Bocah ditangkap Polisi" (Lampu Merah)

Garenk ... dlm berita ... "Kisah Pelarian Tersangka di Selandia Baru Hingga Bali" (Warta Kota)

Bowo ... dlm berita ... "Ahli Bahasa Planet Terbitkan Kamus UFO Pertama" (Inti Sari)

Andi ... dlm berita ... "Kesal Impoten, Suami Gigit Alat Vital Teman" (Solopos)

Jack ... dlm berita ... "Rusak Digigit Teman, Alat Vital Dipindah ke Kepala" (Berita Kota)

Iis Wawat ... dlm berita ... "Tulis E-mail Porno, Karyawan BPK Ditangkap" (Pos Kota)


[Novian and his happy family]


Novian ... dlm berita ... "Main Organ Tunggal di Selandia Baru, WNI Ketemu Jodoh Bule" (Nova)

Agung ... dlm berita ... "Saksi Kunci Kasus 'Salon Krusek' Kabur" (Lampu Merah)

TAP ... dlm berita ... "Pengacara Lokal Terlibat Tawuran di Rumah Jujuk Srimulat" (Solopos)

Deny ... dlm berita ... "Pengacara Kondang Kepergok Berbuat Mesum dengan Mantan Pacar" (Berita Kota)

Iwan ... dlm berita ... "Rising Writer Wins Pulitzer in Web-Blog Category" (Time)


[sing nulis/ngedit: Iwan]

29 April 2008

Bass 91 .... 20 Tahun Lagi

Pernah terbayang gak … 20 tahun lagi kita reuni Bass91?? Wah … pasti akan semakin sulit, karena kita disibukkan dengan profesi masing-masing. Kira-kira, begini gambaran kita 20 tahun lagi …

Si Tap lagi menjalani Fit and Proper Test mergo arep diangkat jadi Hakim Agung di MA.

Iwan sibuk ngurusin corporate social responsibility (CSR) sebuah perusahaan Minyak Multinasional di pedalaman Papua.

Andi sedang ke luar negeri, menandatangani perjanjian Financing pesawat tempur pesanan Departemen Pertahanan.

Aji lagi sibuk negosiasi dagang di sejumlah negara Uni Eropa... sekalian ngelawak...

Agung lagi sibuk mewakili Kimia Farma mengakuisisi PnG, dan Glaxo Schmid Kleine.

Mia, sedang mempersiapkan peragaan busana bekerja sama dengan rumah mode Gucci.

Iis lagi dengar pendapat di DPR soal hasil audit salah satu lembaga negara.

Dwi lagi mimpin kongres Notaris.

Si Jack lagi promosi Guru Besar di FPOK UNS Solo.

Novian lagi touring dengan motor gede keliling Asia-Oceania.

Garenk lagi sibuk mengakuisisi anak perusahaane Babcockbrown untuk divisi peternakan.

Aku lagi nemoni presiden Amerika yang mengadakan kunjungan kenegaraan di Indonesia.

Grobyakkk... tahu-tahu aku udah dibangunin istriku ... rupanya aku bermimpi ... Tapi mimpi ini sekaligus adalah harapan saya untuk kita dan teman-teman … semoga sukses di masa depan... Tapi demi persahabatan, kita semua pasti akan mengesampingkan kesibukan itu... untuk REUNI BASS 91 … 20 tahun lagi …


[sebenarnya ... inilah mimpi Bass91 sejak awal mulanya]

[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

"Viscomica": Tipuan 15 Tahun !!!

Mungkin kita semua inget, di bagian belakang Kostum Bass91 yang didesain Mia, ada tulisan Viscomica ... yang diusulkan sama Andi. Dan menurut Andi istilah Viscomica artinya KEKUATAN UNTUK MENIMBULKAN TAWA ... dan kita semua pun setuju tulisan itu ada di belakang kaos kita ... Ya mungkin itulah plotting geng kita ini...

TAPI … setelah kuliah bahkan sampai sekarang, saya cari referensi tentang apa artinya Viscomica ... tidak ada satu pun referensi yang membernarkan pendapat Andi tentang Arti Viscomica!!!

Lalu, beberapa teman mengingatkan, istilah itu dikutip dari Komik Asterix dan Obelix. Setelah saya check, memang ada tulisan "Viscomica" ... dan kemudian di bawahnya ada tulisan "kekuatan untuk membuat tertawa". Tapi antara kata "Viscomica" dengan tulisan "kekuatan untuk membuat tertawa" tidak ada kata "adalah". Jadi pengartian bahwa Viscomica sebagai kekuatan untuk membuat tertawa adalah hasil interpretasi belaka!


Belakangan baru saya ketahui bahwa itu semua adalah tagline dari penulis komik tersebut, si Uderzo dan Goscinny, yang lengkapnya berbunyi sbb: "Goscinnyrix Uderzorix Vis Comica" yang artinya kurang lebih "ini lho komik karangan Goscinny dan Uderzo". Weleh???!!!!!!

Kesimpulanya: kita selama 15 tahun ditipu Andi!!!!! UASUU ... UUUUUU!!!!!!



[harusnya si penipu dipasung seperti ini seumur hidup]


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Reuni di Penghujung 2007


Setelah pertemuan Bass91 tanggal 15 Oktober 2007 di rumahnya Aji si Mat Kinthil (Kinthil karena kecil, cilik… kalo gedhe…. Mat K……L), kali ini kembali sisa-sisa laskar Bass91 mengadakan pertemuan di penghujung tahun 2007 di rumah Basswati … Mia Permata Jl. Letjend Suprapto No.72 Sumber… Tempat pertemuan ini, merupakan pemindahan dari rencana awal yang sedianya diadakan di rumah Ibu Dian Suset.. namun batal karena kekhawatiran adanya banjir..

Sebagaimana pertemuan pertama yang diadakan dengan ide dasar memanfaatkan momen hari besar (Lebaran) dan sekalian menyambut salah satu teman kita yang pulang kampung… saat itu Gareng pulang ke Solo setelah sekian tahun merantau di New Zealand… 15 tahun ya Reng.

Demikian pula pertemuan akhir tahun ini yang memanfaatkan momentum Natalan/Tahun Baru sekalian penyambutan rekan kita Felix Iwan Wijayanto.. sang moderator milis Bass… yang saat itu pulang kampung… dan sangat kecewa ketika tidak dapat hadir dalam pertemuan 15 Oktober yang lalu. Sayangnya, waktu pertemuan yang telah disusun sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan keberadaan Iwan di Solo.. akhirnya dilaksanakan tanpa kehadiran Iwan yang keburu pulang ke Jakarta. PIYE to Wannn???

Namun seperti biasa, dimana pun dan berapapun anggota Bass91, berkumpul… di situ selalu muncul keceriaan… kegembiraan… canda tawa yang sangat sulit untuk dilupakan.

Undangan pertemuan adalah jam 7 malam dan seperti biasa… ngarettt…. Karena jam 7 adalah saat kita semua mulai berangkat dari rumah… yang jelas baru sekitar jam setengah delapan mulai pating jedul, di rumah Mia yang tetap saja megah…

Saya hadir bareng TAP karena kebetulan kami sejalan….

Ketika sampai di rumah Mia kami menjumpai suatu pemandangan yang mengejutkan ketika Mia telah memanggil tukang HIK sebagai salah satu seksi konsumsi pertemuan malam itu…

Sungguh suatu ide yang cemerlang dari Mia yang mencoba membangkitkan kenangan kita yang suka nongkrong di HIK untuk makan atau sekedar minum sambil Omong Tuwo…. Mbombongi Gareng pas arep nembung…..

Lebih mengejutkan lagi ketika ternyata ada Bu Juju’ yang saat itu sedang asik menikmati hidangan di HIK. Wahh… suatu kesempatan yang langka bisa salaman dengan salah satu seniman terkenal di negeri ini. Sempat terpikir juga, jangan-jangan Mia mengundang kita untuk diikutkan dalam audisi Srimulat… ha ha ha… kalo iya… saya yakin Aji pasti lolos audisi… Aji itu semakin tuwa semakin bijaksana.. dan yang penting semakin lucu dan lincahhhh…..


[tebak gambar: di sebelah mana Bu Jujuk duduk?]


Masuk rumah Mia… sudah ada Dian dan Diah wowok yang mengonggokkan diri di ujung karpet.. ternyata sebagai panitia, Dian sangat bertanggung jawab untuk siap di tempat ketika undangan mulai hadir.

Diah wowok mengenakan kaos warna hijau kebiruan dipadu dengan jeans serta mengenakan sepatu sepak bola merek Puma… dan Dian memakai pakaian putih model Harajuku… (itu termasuk Harajuku nggak Mia???) yang diakhir acara masih di kritik oleh Aji… “nek nganggo klambi putih ki yo kutange ojo werno ireng" (kalo pake baju putih tuh ya bra-nya jangan warna hitam) … Ji… apalagi nggak pake bra .... malah jadi horrorrrrrr …. yahhhh dari Harajuku menjadi Harakiri deeeee….

Kemudian datang menyusul Aji…. yang langsung ditagih nasi liwetnya sama Mia dan Dian.. –kliatannya Aji sudah menjanjikan akan membawakan nasi liwet untuk konsumsi acara ini – dan Ajipun meminta bantuan TAP untuk mengambil “nasi liwet” di mobilnya Aji. Karena membayangkan nasi liwet yang banyak… TAP pun mengajak salah seorang pembantu di rumah Mia untuk ngebantuin ngambil “nasi liwet” tersebut. Bahkan Mia dan Dian meminta saya untuk menyusul mereka mengangkut nasi liwet tersebut.

Belum sempat saya berangkat menyusul…mengambil “nasi liwet” …. TAP sudah keburu datang membawa sekotak makanan…dan langsung ditanya Mia dan Dian…”Lho endi sega liwete?” …”Embuh… ya gur iki thok… sego liwete..” jawab TAP sambil menunjukkan sekotak makanan yang ketika dibuka ternyata berisi Nasi Liwet luar negeri… alias cake… yang kemudian langsung di susun di atas piring oleh Mia dan Dian.

Kemudian Mia meminta kita untuk pesan minuman di tukang HIK yang sudah standby… saya pesan Teh Jahe… kemudian Tap pesan Teh panas dan tidak lupa kami pesan sate kikil… sate usus…. hmmmmmmm….. nikmat sekali… satenya mak nyusss… wedhang teh nya… Nasgitel (Panas Legi dan Gatel…)…. Jadah bakare…. Wahhh … mirasa…. Teksturnya sungguh halus tanpa menghilangkan rasa ketan yang gurih… Uenakkkk tenann…. Aji sesekali pesan sate telur puyuh,….. mungkin Aji makan telur puyuh sambil berharap pringsilane nambah….[ora mirip Pak Bondan yaa…].

Diiringi obrolan santai… membahas milist atau rencana kita masing-masing soal keluarga dll… sampai muncul pertanyaan Aji ke Mia… soal program anak… dan diakhiri dengan pertanyaan “tapi kowe rak ora lali to carane??”… yang untungnya tidak dijawab Mia… Dimaafkan ya Mia… temannya yang satu itu… cah cilik ki memang sok kurang ajar…

Satu persatu mulai datang… dimulai dari Nana.. yang mengenakan baju kuning… dipadu dengan celana senam warna hitam… wah jan.. makin cantik saja ibu satu ini… wiss…wiss.. ra sah di bahas.. ndak kelingan jaman ketolak… ha ha ha..

Aji pun langsung memesan sate kikil beberapa tusuk… keliatannya untuk obat kuat…

Kemudian secara mengejutkan datanglah Daniel dan Ibrahim… waduhh… hampir saja rumah Mia serasa ada reuni artis… karena telah ada U’uk Djayakarta…(Aji) kemudian datang penyanyi kopi ndangdut… (Fahmi Sahab alias Ibrahim)…

Menurut penuturan Daniel yang sekarang kerja di Kapal pesiar, begitu mendengar kabar adanya reuni ini, Daniel langsung meminta Nahkoda kapal pesiarnya yang sedang berlayar di perairan Karibia, untuk membelokkan rute kapal ke Indonesia dan merapat sebentar di pelabuhan Tanjung Perak.. menunggu Daniel yang ingin bertemu dengan teman-teman SMA nya… sesuatu yang pantas untuk dihargai…


[ ... Karibia tuh di sini lho, Him ... kalo Gunung Pare tuh di sini ...]


Tidak lama kemudian si Jack nelpun yang sebenarnya ingin pamit tidak dapat hadir … karena saat itu masih jadi panitia di acara mantenan .. dadi apa Jack.. nek dadi cucuk lampah apa ora malah nabrak-nabrak… ?? Aji pun memaksa si Jack untuk tetap hadir.. namun Jack berkilah kalau dia masih mengenakan beskap… namun Aji tidak kalah lincah merespon alasan Jack dengan menyatakan “lho ra popo Jack… malah aku pengen ndelok manuk di beskapi kok…”. Bahkan Mia pun akhirnya memaksa si Jack… hingga akhirnya si Jack hadir di pertemuan itu, karena ada suatu kasus yang memerlukan bantuan TAP… lho piye to iki…

Obrolan pun terus mengalir, seiring dengan makanan dan minuman yang selalu tersedia… dan tidak lupa… makanan HIK… yang pancen nyamlengg…. Hingga akhirnya Mia dan Dian meminta kita untuk makan Sate ayam yang telah menunggu untuk di santap…

Satenya…. Mak nyosss… bumbunya uenak banget.. perpaduan antara sambel kacang yang dimasak dengan seksama dicampur dengan gula merah yang sangat menggugah selera… lontonge… padet… gedhe … kalo dimasukin saku celananya Aji.. bisa-bisa bikin cewek-cewek tertipu .…

Si Jack yang baru hadir pun, langsung ditawari makan sate dan tanpa ba bi bu si Jack langsung mendatangi meja… yang ada sate dengan lontong yang telah di potong-potong… ehh lha kok masih nanya… “ora ana segane to?”…. lahhh… emange lonthong itu dibikin dari semen po???

Malam semakin larut ketika tiba-tiba muncul Agung… Agung yang ketika ditelepon Mia masih berada di Tangerang… tiba-tiba malam itu hadir. Lobinya Mia memang hebat sekali….

Padahal rumah Agung saat itu sedang terancam Banjir yang sedang melanda daerah Solo dan sekitarnya… namun dengan mengandalkan keris Nogososro Sabuk Lifeboy (iku sabun yaa???).. Agung yakin rumahnya akan dijaga dan tidak akan kebanjiran…

Tidak berapa lama, datanglah Andi dengan sang istri,… menurut Agung, kedatangan Andi adalah dalam rangka “survey Linca”…. Ha ha ha….

Obrolan pun terus mengalir, banyak sekali cerita jaman dulu yang terungkap malam itu… hingga akhirnya malampun telah larut dan akhirnya waktu jualah yang memisahkan kita.

Sebelum perpisahan, seperti biasa kita pun, berfoto bersama…. Dalam foto di bawah ini, Aji harus bersyukur dengan masalah dedeg nya… coba kalau Aji, setinggi si Jack… rak ndase malah kepotong… piye Jack.. mumet pora????

Terima kasih untuk Panitia… Mia, Dian dan Aji.. yang telah menyiapkan acara ini… Terima kasih untuk Hiknya… terima kasih untuk Sate dan Kuenya…

Terima kasih untuk para suami Mas Rinto (Mia), Suaminya Dian,Nana dan Diah yang mengijinkan para istri untuk reuni, bahkan turut menemani, Anda semua memang Suami Siaga…

Terima kasih pada Bu Juju, atas tempat yang telah disediakan…


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

The Universe is Plotting Us for Something in The Future


[what kind of "universe" did plot them like this???]


Kemaren aku ketemu dengan bekas seorang pejabat yang sekarang jadi klien saya.... dalam suatu pembicaraan beliau berkata " Den, tidak ada kebetulan di dunia ini.... semuanya sudah ada skenarionya...., mungkin Jij akan menyadari arti dan hikmah dari suatu kejadian di masa lalu, ketika Jij menghadapi suatu peristiwa di masa kini atau masa depan."

Dari meeting aku sempat ngobrol sama Bossku dan sempat cerita tentang pendapat klien saya tersebut.. Boss ku pun mengamini pendapat klien ku bahkan menambahkan bahwa " the universe is plotting us for something in the future..."

Dua kalimat tersebut menjadi perenunganku semalam dan tak kaitke karo keberadaanku diantara kalian dalam Bass91, bagaimana perjalanan Bass91 dulu... hingga bisa ketemu lagi sampai sekarang... aku mulai percaya karo pendapate klienku... (lagi saiki lho ada adviser dinasehati kliene..)

Kira-kira untuk ini lagune Iwan Fals sing cocok adalah Belum Ada Judul,....


Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap di dingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Di gilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah . . . . . lelap

Kita dulu bisa sekelas, kemudian bisa sangat-sangat kompak karena ada kesamaan diantara kita, antara lain... ora seneng hal-hal sing berbau hedonis..., kita semua realistis, trus seneng guyon, kreatif... tapi nek nggarap sesuatu selalu tenanan... nek istilah kerene kita dulu itu sangat Sersan... Serius Tapi Santai ...

Akrab bukan berarti tanpa gejolak lho ya... tapi esensi persahabatan lah yang tetap menyatukan kita...


Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai sa'at kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah . . . . . . . kau

Bahkan kita pernah hampir terlena dengan keakraban ini, hingga waktu mau lulus... ketika ngomongin soal tempat kuliah.. kita-kita pernah pengen kuliah di kota yang sama... apapun universitasnya .. yang penting bisa ngumpul... Aku masih inget Mas Cacuk (mase Andi) nganti ngomong begini "Lha iki uwong golek sekolah kok ora amarga jurusane apa tapi merga ben iso ngumpul..."

Kemudian kita dipisahkan ketika kelas 3, tapi kita tetap main bareng bahkan kita-kita malah ga begitu bermain pada teman-teman baru kita di kelas 3.... sampai saat kelulusan memisahkan kita sampai sekian tahun... Hingga akhirnya kita kemaren bisa mulai ngumpul-ngumpul .... kembali. Pada waktu lebaran dirumah Aji dan kemudian dilanjutkan ketemuan di rumah Mia kemaren....


Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga sa'at kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku sobat

Saya percaya bahwa ini semua bukan kebetulan.... mungkin kepercayaan saya akan menjadi suatu keyakinan ketika apa sing mbok bayangkan dan cita-citakan tentang Bass91 ke depan.. menjadi kenyataan.... hingga terbukti bahwa Alam Semesta mepersiapkan kita untuk suatu tugas di masa depan.....

Ayo teman-teman... singsingkan lengan bajumu.... Indonesia sudah beranjak dewasa.. dan semoga kitalah yang berperan dalam Indonesia yang sudah dewasa... kelak... Aminnnn....


PS:

Padahal Aji tadi malem aku SMS... katanya dia sedih ... karena milis kita jadi ngebahas hal-hal porno ... ha ha ha... ini harusnya jadi kalimatnya Garenk... yang lembut hatinya..


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Berbagi Kekuatan untuk Maju Bersama


[apa yang tidak bisa diubah dengan kekuatan seperti ini????]


Selarut apapun kita dengan masa lalu (yg memang menyenangkan), pasti ada kehendak buat memandang ke depan bersama2.

Posisi kita berdiri masing2 kini sudah sekian langkah maju dari masa lalu kita itu. Dan kemajuan yg telanjur menyejarah itu pasti sulit kita hentikan, pun demi menikmati masa lalu barang sesaat.

Aku pernah punya bayangan, suatu saat melalui milis ini, wedangan, reuni, atau apapun yg akan kita kerjakan nanti, kita akan berbagi kekuatan untuk maju bersama, tapi dengan cara dan jalan masing2. Yg sama adalah arah kemajuannya.

Konkretnya, denger2 pas reuni di rumah Aji dulu, TAP udah berbagi informasi soal penyelesaian kasus hukum kepada si Jack. Trus waktu Bowo mampir kantorku, kami diskusi panjang lebar soal bisnis dan tantangannya, relasi antar manusia dan etikanya, keluarga dan cintanya, etc. Suatu saat ... pasti ... kita akan belajar dari Bowo, Aji, dan Mia soal business ... dari TAP dan Deni soal hukum ... dari Iis soal government ... dari Jack soal health and education ... dari Gareng dan Novian soal cross-culture relation ... dari Andi dan Duwick soal media and advertisment ... bahkan dari Hananto, soal sisi2 kehidupan, entah apapun yg akan dia sumbangkan.

Semula, Bass91 boleh meng-image-kan dirinya sendiri sekadar sbg segerombolan teman sekelas, gak jelas mau apa.

Tapi, nantinya Bass91 mungkin akan menjadi komunitas yg punya arti, nilai, dan makna buat bangsa dan semesta ini, entah melalui apa (saja).


[sing nulis/ngedit: Iwan]

Sahabat Adalah Harta yang Menyejukkan


[... wah ... emang suejuk beneee ... eerrrr ...]


Ada kata yang tertelan di antara lidah kita...
ada kiat yang tanpa terundang datang menerawang...
apa arti kata kalo hanya datang dari satu sisi??

kekuatan abadi muncul saat senyum menyelam selalu di hati...
keberanian hanya terdapat pada seseorang yang tahu arti ketakutan...
indahnya ketakutan muncul saat kita BERANI mencoba...

bahagia hanyalah hiasan yang serba semu...

pasrah adalah jalan yang terbijak...

api akan terasa kalo kita tahu rasa dingin...
dingin adalah pilu, sejuk merupakan impian pasti...

teman, sobat dan sahabat adalah hiasan harta yang menyejukan..
harta menjadi terasa pada saat tanpa rasa kita ma
mpu merasakannya..


[per"sahabat"an lahir dari "harta yang menyejukkan"]


love you all and all the best...

[sing nulis: Aji]

Di-Absen Bu Hastuti

[nyantai di kost-ya Deny saat jam sekolah ... akibat tidak di-absen Bu Hastuti]


Tidak tahu … kenapa setiap mulai pelajaran Bahasa Indonesia, Bu Hastuti selalu mengabsen kita satu persatu.

Di awal kelas 2, setiap diabsen, kami hanya menjawab seperti biasa setiap Bu Hastuti memanggil nama kita… misalnya TAP dipanggil, maka jawabnya ya hanya “ada Bu..” lalu dilanjutkan dengan yang lainnya.

Seiring berjalannya waktu, dan berkembangnya kreatifitas anak-anak Bass91, jawaban “Ada Bu” serasa membosankan, hingga akhirnya kita pun berkreasi. Diantara kita ada kesepakatan: tidak boleh memberikan jawaban yang sama setiap kali nama kita dipanggil. Kalo ada yang sama, dianggap –sama sekali – tidak kreatif.

Selanjutnya setiap diabsen, kita pun selalu menunjukkan tanggapan yang berbeda. Jawaban mulai “Wonten Bu” (wonten-Jawa=ada) … “Kulo Bu” (kulo-Jawa=saya) … “nuwun Inggih” (Jawa=ya, terima kasih) … “sendiko dhawuh(Jawa=siap, ada apa? … seperti prajurit ketoprak) … “iya ada apa?” … “what’s the matter?” … “haiyaa.. owe petai Cina”… “Keng putra Bu..” (putra-Jawa=ananda) … hingga TAP yang menjawab “Bakmine Pak Mul” ketika di absen. Bahkan si Aji sempat menjawab absen nya Bu Hastuti sambil naik meja, mungkin karena idenya sudah habis tergali. Kalo Andi lain lagi.. kalo kita-kita dipanggil pada tunjuk jari.... kalo Andi ... tunjuk ... (udah tahu arahnya kan... sekitar mulut pokoknya).

Akibatnya, di pelajaran berikutnya, setiap memulai pelajaran dan mengabsen, Bu Hastuti selalu melompati nama kita yang terlalu kreatif. Kita pun protes..”Lho Bu, saya belum dipanggil..!”

Bu Hastuti pun menjawab, “Sudah kok!”

Kita pun tetap protes … “Tapi kita belum dipanggil!!”

“Sudah, ini ada kok tandanya di buku absen” kata si Ibu.

“Lho Bu, di pelajaran ini, yang paling kami tunggu adalah ABSEN-nya!”

Dan pelajaran pun tetap berlanjut …


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Pelajaran PMP Episode Cap Ji Kia

Di saat kita SMA, segala bentuk permainan judi memang sedang meraja di Kota Solo, mulai dari yang berskala nasional semacam SDSB, hingga berskala local semacam Cap Jie Kia… belum terhitung judi kartu di daerah Pasar Pon di dekat gedung Bioskop Dady Teater.

Pak Windu, guru Pendidikan Moral Pancasila (PMP), dalam salah satu pelajarannya, menyoroti masalah Cap Jie Kia ini. Dia pun mempertanyakan apa gunanya Cap Jie Kia….

“Apa itu Cap Jie Kia… saya pikir kok tidak masuk akal..” katanya, sambil menyebut nama-nama kode taruhan judi itu, “Dimpil … Samgong …!!” Langsung dipotong teman-teman yang memang master di bidang Cap Jie Kia… (Aryadi adalah salah satu bandar di level kelas).. “Lho Pak, Samgong itu bukan termasuk Cap Jie Kia….” Kita pun rame-rame menanggapi Pak Windu… "Samgong itu salah satu bentuk permainan kartu.. biasanya buat judi juga sih Pak...."

“Ooo…begitu to.. lha kalau begitu Cap Jie Kia apa aja? Coba sebutkan…” pinta Pak Windu..

Dengan semangat 45 kita pun menyebutkan nama-nama dalam Cap Jie Kia tersebut… serentak … “Petik…. Ningkrang … Cawang… !!!“ dalam suasana “pating clebung” asal ngucap aja.. lha wong paling nggak kedengaran… “ Gundul… Gunung… Kerok… Plompong..”

Suasana pun riuh rendah dengan penyebutan jenis Cap Jie Kia tersebut. Hingga akhirnya semua nama dalam Cap Jie Kia sudah disebutkan… Aji masih tetap teriak dengan lantang … “KONTHOLLLL ..!!! (bukan nama sebenarnya)” karena semua sudah selesai dan berhenti menyebutkan, ucapan Aji pun terdengar sangat jelas!! Dan semua pandangan tertuju ke arah Aji. Masih ditambah... expresi keterkejutan si Jack ..."Wissss .... Aji...ik...!??" Hingga Pak Windu pun tahu siapa yang baru saja ngomong tak senonoh itu....

Dan selanjutnya … silakan dibayangkan sendiri. Apa tindakan Pak Windu terhadap Aji.


[sing nulis: Deny / sing ngedit: Iwan]

Ujian Praktek Olah Raga: Sprint Solidaritas

Suatu pagi, kelas kita (2Sos1) ujian praktek olah raga (OR). Gurunya Pak Saugi. Materi ujiannya lari sprint 400m, 6-8 pelari setiap start. Teman-teman cewek udah selesai ujian, ganti yang cowok-cowok. Karena jam OR-nya nyaris habis, 10-12-an orang disuruh start bareng-bareng, biar cepet selesai. Nah, sebelum start, Aji bisik2 "Heh, ora 'sah sprint yuk ... ning mlayu-ne alon2 wae, sing kompak, ben mlebu finishe bareng-bareng, mengko rak Saugi bingung" (Hey, gak usah sprint yuk ... tapi lari pelan-pelan aja, yang kompak, biar masuk finish bareng-bareng, ntar Saugi biar bingung". Ide brilian! Kita sambut gembira "Iya, yuk...yuk!"� Waktu itu pelari terakhir ada beberapa orang, aku lupa siapa aja. Tapi yang pasti, ada Aji, Iis, Hananto, aku.

Nah, waktu start, semua berlagak serius! Tapi waktu mulai lari, tiba2 semua nyantai sambil ketawa-ketiwi. Bener-bener lari sejajar, kecepatan masing-masing nyaris sama! Sangat solid, kompak, fun!!!!

Sadar sedang dikerjain, Pak Saugi berteriak dari garis finish "Hoooiii!!!! Kalo nggak serius, nilainya dikurangi semua!!!"

Sejak teriakan itulah solidaritas mulai luntur. Satu sama lain saling lirik kanan-kiri, penuh curiga. Apa maneh Aji, secara ... sebagai seorang atlit sprinter beneran ... mau mengalah dan mengorbankan rekor kecepatan kan sebuah pengorbanan sangat besar. Semua dikorbankan demi persahabatan.

Kurang 100m dari finish semua masih ketawa-ketiwi cekikikan, tapi juga saling lirik kanan-kiri, mulai curiga. Kurang 50m, ketawa-ketiwinya makin keras, kecurigaan pun makin menjadi. Aji (sbg commander of rebels) udah warning "Hayo ... hayo ... tetep kompak lho! Awas aja ana sing dhisiki!!!" (Awas jangan sampai ada yang mendahului!!"

Nah kurang 20m dari finish, tiba-tiba Iis lari ngibrit kayak dikejar anjing, meninggalkan teman-temannya sambil ketawa terbahak-bahak. Kontan barisan bubar, semua berlari cepet-cepetan. Aji pun ikut-ikutan berlari sprint, seperti biasa yang dia lakukan di pertandingan, sambil berteriak "BAJINGAAAAA..AAAAN!!!!!"

Hasilnya: Aji tetep nomor 1 (dgn catatan waktu paling buruk sepanjang sejarah karirnya di dunia atletik ... sebuah bayaran yang sangat mahal untuk harga sebuah kekompakan). Iis (si pengkhianat) malah nomor paling belakang .. kayaknya masih kalah dari Hananto si manusia patung (tidak bisa tertawa, apalagi berlari sprint).

Sesampai di garis finish, semua masih ngos-ngosan sambil mengumpat-umpat Iis, tapi tetep tertawa terbahak-bahak. Pak Saugi pun ikut tertawa-tawa, tapi sambil geleng-geleng kepala, bingung mau kasih nilai berapa. Iis pun ikut tertawa-tawa, tanpa penyesalan!! Hanya ada satu orang yang tak tertawa. Hananto.



[sing nulis/ngedit: Iwan]